Terlalu Banyak Makan Daging, Waspadai 7 Bahaya Mengintai

oleh -1.236 views
Ilustrasi daging sapi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sudah puas pesta daging saat long weekend lalu? Tak dimungkiri, daging memang punya pesona tersendiri yang sulit ditolak. Sensasi gurih, kenyal dan nikmat bakal jadi kenikmatan tersendiri.

Di hari raya Iduladha lalu, ada berapa sajian berbahan daging yang Anda santap?

Hati-hati jangan terlena pesta daging. Pasalnya makan terlalu banyak daging akan menimbulkan beberapa masalah dan bahaya. Berikut beberapa bahaya banyak makan daging:

Keringat berlebih
Jika Anda pernah duduk dan makan daging dalam jumlah yang terlalu banyak, Anda mungkin tahu fenomena yang disebut ‘daging berkeringat.’ Beberapa saat setelah makan daging terlalu banyak, Anda makan mulai berkeringat deras.

Mengutip Insider, meskipun hubungan antara daging dan keringat belum diteliti secara khusus, namun mekanisme yang terjadi di antaranya sudah banyak dikenal. Ketika Anda makan terlalu banyak daging, tubuh harus mengerahkan energi untuk mencerna dan memproses makanan tersebut, ini disebut sebagai thermogenesis, dan bisa meningkatkan suhu tubuh Anda.

Di antara semua makanan, protein adalah makanan yang paling intensif energi untuk dicerna. Daging memiliki efek termogenesis yang lebih besar dibanding makanan lain. Efeknya, makan banyak daging akan membuat tubuh jadi panas dan membuat tubuh lebih banyak berkeringat.

Cepat lelah
Semua energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan berat seperti daging bisa menimbulkan bahaya setelah makan banyak daging. Salah satunya, jadi lamban, berkabut, atau bahkan mengantuk.

Saat Anda berusaha mencerna, tubuh Anda memindahkan aliran darah ke usus Anda untuk membantu memprioritaskan proses itu, yang berarti mengalihkannya dari area lain dari tubuh, termasuk otak Anda. Itu menyumbang rasa pening yang terkadang mengikuti setelah makan banyak daging.

Selain itu, beberapa jenis daging seperti daging sapi dan kalkun kaya akan triptofan, asam amino yang terkait dengan produksi melatonin, hormon manusia yang mengatur tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *