Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Galeri Foto

Festival Menongkah Heritage 2017, HM Wardan: Keunikan Yang Tak Dimiliki Daerah Lain

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 23:54:49 WIB

Bupati HM Wardan mengikuti kegiatan manongkah. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HILIR-Bupati HM Wardan menyatakan, menongkah merupakan sebuah keunikan yang tidak dimiliki kabupaten dan kota lainnya di Riau. Kegiatan ini sangat unik dan luar bisa dalam penyelenggaraannya. Dimana festival tersebut hanya ada di Inhil, yakni di Pantai Bidari Tanjung Pasir.

Demikian disampaikan HM Wardan dihadapan masyarakat saat membuka festival Menongkah Heritage tahun 2017 yang berlangsung di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Tanah Merah, Sabtu (12/8/2017).

Wardan juga mengungkapkan apresiasi atas kehadiran masyarakat untuk menyaksikan ajang tahunan tersebut serta juga terhadap para peserta menongkah heritage tahun 2017 yang berpartisipasi dengan penuh semangat meski berada di bawah paparan mentari pagi yang terik kala itu.
 
 
Bupati HM Wardan menyampaikan sambutan dihadapan masyarakat. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
Kendati merupakan sebuah ajang yang unik, pada festival menongkah heritage tahun ini, Bupati Wardan merasa sedikit kecewa lantaran jumlah pengunjung yang hadir dalam festival relatif sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2016 silam.

"Kalau dilihat, pada tahun (2016, red) lalu, jumlah pengunjung lebih ramai daripada sekarang. Antusiasme masyarakat juga tinggi. Pada penyelenggaraan festival tahun ini, antusiasme masyarakat tampak  menurun sangat signifikan," ujar Bupati Wardan yang sedikit kecewa.

Menyiasati penurunan antusiasme warga tersebut, Wardan berencana, pada penyelenggaraan festival menongkah heritage tahun 2018 mendatang, pihaknya akan berupaya menghadirkan Gubernur bahkan Menteri Kepariwisataan Republik Indonesia. Keduanya diharapkan bisa menyaksikan ajang yang sudah menjadi ikon wisata Kabupaten Inhil, setelah penetapan yang dilakukan Dinas Pariwisata Riau beberapa waktu lalu.
 
 
Bupati HM Wardan melepas peserta manongkah.(Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
"Untuk itu, saya minta hal-hal yang menjadi rangkaian kegiatan dalam festival menongkah heritage, seperti tari menongkah dan lainnya dapat dikemas rapi agar banyak orang yang tahu apa itu menongkah kerang. Tarian menongkah juga merupakan suatu budaya dan tradisi yang harus dilestarikan," ujar Wardan disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, disinggung perihal pengunjung yang mengalami penurunan oleh Bupati Wardan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Inhil, Junaidi mengaku, hal ini terjadi karena waktu penyelenggaran yang tidak bertepatan dengan hari libur.

"Dulu kita gelar pada hari libur, makanya ramai. Kalau tahun ini digelar pada hari Sabtu, anak-anak pada sekolah. Mudah-mudahan ditahun 2018 nanti, kita akan kemas secantik mungkin agar festival ini sukses ditahun berikutnya," terang Junaidi.

Namun pada penyelenggaraan festival menongkah heritage tahun 2017 ini dikemas agak berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. Tidak hanya menyuguhkan pacu menongkah kerang, juga diisi dengan berbagai macam perlombaan lain, salah satunya ialah lomba perapah atau berjalan diatas lumpur. (zamri)
 
 
Bupati HM Wardan didampingi istri dan sejumlah pejabat melepas kerang jelang kegiatan menongkah. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati HM Wardan ikut serta pada kegiatan manongkah. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 

 
Bupati HM Wardan memperlihatkan hasil manongkah. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

 
Bupati HM Wardan menyerahkan bantuan berupa mesin pompong. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

Bupati HM Wardan foto bersama dengan peserta dan pejabat terkait usai jelang pelaksanaan manongkah. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 


Galeri foto terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus