Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Galeri Foto

Kembangkan Ekowisata, Pemkab Siak Tawarkan Objek Wisata Memukau!

Selasa, 30 Mei 2017 - 13:27:45 WIB

Istana Siak sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Siak. (Foto:Istimewa)

SIAK-Kabupaten Siak terus mengembangkan sektor ekowisata. Pengembangan ekowisata sudah menjadi salah satu visi dan misi Pemkab Siak tahun 2020. Untuk mendukung terujudnya visi tersebut, Pemkab Siak telah memetakan pengembangan ekowisata sejak tahun 2012 lalu. 

Terdapat sejumlah objek wisata yang sekarang terus dikembangkan dan diyakini bakal mampu menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Selama ini, Siak lebih dikenal dengan Istana Siak dan beberapa bangunan bersejarah lainnya sebagai objek wisata. Namun tak banyak yang tahu kalau Siak juga memiliki tujuan wisata alam yang tidak boleh dilewatkan. Berikut beberapa objek wisata yang sudah dikembangkan Pemkab Siak dan siap tampil memukau:

1. Istana Siak
Seperti diketahui, Kesultanan Siak Sri Indrapura pernah mengalami masa kejayaan. Bukti kejayaan tersebut bisa dilihat dari Istana Asherayah Al Hasyimiyah yang sangat megah. Kesultanan Siak Sri Indrapura berdiri di tepian Sungai Siak, Riau. Pusat pemerintahannya berada di Istana Asherayah Hasyimiyah yang demikian megah. Berdiri di atas lahan seluas 32 ribu meter persegi, istana ini dibangun tahun 1889 dan selesai 1893.

Arsitektur bangunan ini perpaduan antara Eropa dan Timur Tengah. Sekilas melihat, Istana Siak ini mirip dengan bangunan-bangunan yang ada di Kota Marakesh, Maroko. Dari luar, istana ini dihiasi oleh taman yang hijau serta tanaman bunga yang sejuk dilihat. 

 
Ruang adat istana, tempat para pemuka adat berdialog. (Foto:Istimewa) 
 
Ada beberapa ruangan di Istana Siak, yakni Ruang Adat, Ruang Gading, Ruang Kristal, Ruang Tamu Sultan, Ruang Inap, dan juga Ruang Belakang. Masing-masing ruangan dihiasi ornamen berkesan mewah. Semua benda-benda peninggalan tersimpan rapi di dalam lemari kaca. Dari mulai alat makan sultan, hingga piring-piring yang ditempeli cap stempel kerajaan.

Semua benda-benda di Istana Siak ini didatangkan dari Benua Eropa. Dari mulai sendok-garpu yang berasal dari Jerman, gelas-gelas dari Prancis dan masih banyak lagi yang lainnya. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mendatangkan barang-barang tersebut, terutama karena transportasi di zaman itu yang masih belum sebaik sekarang. Inilah beberapa keindahan Istana Siak.

2. Ekowisata Mangrove Mengkapan
Kawasan Hutan Mangrove yang dikelola Kelompok Mangrove Lestari dan PT EMP Malacca Strait S A tersebut berada di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, serta memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.
 
 
Bupati Syamsuar bersama rombongan mengunjungi sekaligus meresmikan ekowisata mangrove Mengkapan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Untuk menuju ke area wisata tersebut, ada dua jalur alternatif yang dapat ditempuh. Jalur pertama bisa melewati jalan baru Siak jika anda ingin berjalan-jalan di Kabupaten Siak terlebih dahulu. Setelah melewati jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah anda bisa langsung menuju Kecamatan Bunga Raya dan di sepanjang perjalanan kita akan dimanjakan dengan pemandangan area persawahan yang menyejukkan mata.

Setelah itu, kita akan melintasi salah satu jembatan panjang di Teluk Mesjid Kecamatan Sungai Apit yaitu Jembatan Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah. Kemudian pada jalan yang mengarah ke pelabuhan Buton, kita akan menemukan papan petunjuk yang bertuliskan Jembatan Hitam Ekowisata Mangrove di simpang empat pelabuhan Buton.
 
 
Bupati Syamsuar memasang gembok cinta yang menjadi daya tarik ke wisata mangrove ini. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Sedangkan jika menempuh jalur alternatif, kita tidak perlu berbelok-belok dan jaraknya pun tidak sejauh jalur pertama. Jalanya hanya lurus saja melewati jalan Siak lama hingga ke simpang empat pelabuhan buton.

Dari simpang empat tersebut, Desa Mengkapan tersebut terletak di sebelah kiri dengan plang yang terlihat sangat jelas. Sebelum sampai ke lokasi wisata, kita akan melewati pemukiman warga kampung mengkapan yang mayoritasnya melayu dan jawa. Kawasan Ekowisata Mangrove ini berada di belakang rumah warga.

Kawasan hutan ini memang sudah ada sejak tahun 2004 yang lalu, namun baru mulai terekspos dan dikenal luas pada tahun 2013. Berkat kegigihan masyarakat dan beberapa pihak yang membantu, Kawasan Ekowisata Mangrove ini sekarang menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup berpotensi.
 
 
Ekowisata mangrove Mengkapan tampak dari udara. (Foto: Yudha)   

3. Danau Naga Sakti 
Danau Naga Sakti merupakan salah satu objek wisata dengan luas sekitar 400 hektare dan sudah ada sejak dulu. Hanya saja, sejak Siak berdiri sebagai kabupaten, danau ini kemudian mencuri perhatian Pemkab Siak.

Jika dilihat, Danau Naga Sakti memiliki keunikan tersendiri. Airnya selalu hangat, baik siang maupun pada malam hari dengan warna seperti teh. Bahkan menurut orang tua setempat, ada cerita panjang hingga mitos yang menyelimuti nama Danau Naga Sakti itu.

Danau Naga Sakti berada di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako dan telah dipersiapkan sebagai destinasi ekowisata. Bupati Syamsuar mengatakan, Danau Naga Sakti mulai dibenahi. Menurutnya, potensi wisata danau Naga Sakti cukup menjanjikan, tinggal mempersiapkan sarana dan prasarana seperti, jalan, listrik dan tempat parkir.
 
 
Keindahan objek wisata Danau Naga Sakti. (Foto:Istimewa) 
 
Di samping itu, akan ada pelampung untuk menjaga keselamatan wisatawan yang n menyusuri danau dengan sampan. "Masyarakat saya ajak untuk membuat permainan tradisional untuk menghibur pengunjung," katanya, beberapa waktu lalu.

Bisa saja ditabur benih ikan yang cocok dengan air danau ini. "Kalau ikannya sudah besar-besar, nanti bisa kita buat lomba mancing ikan," katanya. Selain itu, nantinya akan dibuatkan homestay atau penginapan bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi udara malam serta keindahan danau tersebut. 
 
 
Pinggiran Danau Naga Sakti bisa menjadi alternatif camping. (Foto:Istimewa) 
 
4. Air Mancur Taman Tengku Mahratu Siak
Objek wisata yang satu ini telah diresmikan oleh Bupati Syamsuar, beberapa bulan lalu. Bupati Syamsuar mengatakan, sebagai daerah destinasi wisata pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan terhadap objek wisata dengan membuat inovasi baru. 
 
 
Suasana taman Taman Tengku Mahratu Siak menambah keindahan air mancur. (Foto:Istimewa)  
 
Air mancur ini berada di tengah kota dan menawarkan beragam keindahan, terutama malam hari. Sebab pada malah hari, air ancur tersebut akan dihiasi dengan gemerlap lampu. Tak hanya itu, air mancur ini juga diiringi dengan musik Melayu dan tarian zapin. Artinya, inilah satu-satunya air mancur yang dihiasi musik Melayu pertama di Riau. Air mancur Taman Tengku Maharatu Siak ini dibangun atas anjuran bupati dengan waktu pengerjaan 150 hari dengan anggaran mencapai Rp3,8 miliar. 
 
 
Air mancur dipenuhi dengan gemerlap lampu yang menambah keindahannya. (Foto:Istimewa) 
 
5. Taman Kota Sultan Yahya 
Satu lagi objek wisata di Kabupaten Siak yang sayang untuk dilewatkan, yakni Taman Kota Sultan Yahya. Taman ini berada di jantung Kota Siak Sri Indrapura, tepatnya di samping Balai Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak. Nama taman ini didedikasikan kepada Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah (mangkat 1784) yang merupakan sultan keenam dalam turutan sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura. 
 
Taman kota kerap menjadi alternatif objek wisata dalam menghabiskan waktu libur bersama keluarga. (Foto:Istimewa) 
 
Beliau memerintah dari tahun 1782 sehingga 1784 setelah memerintah hanya selama lebih kurang 2 tahun. Baginda mangkat pada tahun 1784 dengan gelaran Marhum Mangkat di Dungun.

Demikian sejumlah objek wisata yang bisa dikunjungi yang menawarkan beragam keindahan dan sayang untuk dilewatkan. Jadi tunggu apalagi, ayo kunjungi Siak dan nikmati keindahan alamnya. (adi fadhilahi akbar)


Galeri foto terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus