Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Galeri Foto

Kenakan Baju Melayu dan Tanjak, Bupati Syamsuar Buka Festival Siak Bermadah ke-15

Kamis, 12 Oktober 2017 - 03:57:33 WIB

Pencak silat menyambut kedatangan Bupati Syamsuar dan Alfedri. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Bupati Syamsuar bersama Wakil Bupati Alfedri tampak begitu gagah mengenakan pakaian Melayu dan Tanjak saat menghadiri pembukaan Festival Siak Bermadah ke-15 tahun 2017. Acara tersebut digelar sempena Milad ke-18 Kabupaten Siak, Selasa (10/10/2017) malam.
 
Hadir juga Sekda Siak T S Hamzah, Forkopimda, Kepala OPD Pemkab Siak, Kadis Pariwisata Kota Batam, Tanjung Pinang, Ketua Tim Kesenian Negara Malaysia, Singapura, Prov. DKI Jakarta, Kab. Bangko Barat, Kab. Muaro Jambi, Prov. Sumut, Ketua Sanggar Sentra Seni Sumut, Provisi Sumbar, Pekanbaru, Rokan Hilir dan Kuansing.
 
 
Bupati Syamsuar dan Wabup Alfedri menyaksikan ketangguhan para pesilat. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Festival mengusung tema "Kembangkan Adat dan Budaya untuk Mengangkat Marwah Negeri" secara resmi dibuka Bupati Syamsuar. Menurutnya, Festival Siak Bermadah merupakan ajang apresiasi kesenian dan kebudayaan masyarakat Melayu di Siak.
 
"Tradisi daerah tahunan ini, sejak lama telah digelar di Negeri Istana. Beberapa tahun terakhir, pengemasan acaranya terus membaik dan pelaksanaannya dirangkaikan pula dengan senarai kegiatan lain. Tujuannya untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Siak pada tanggal 12 Oktober mendatang akan genap berusia 18 tahun," ujar Datuk Setia Amanah itu.
 
 
Bupati Syamsuar mengambil sekapur sirih. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Mulanya, acara ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi pembinaan kesenian dan kebudayaan daerah yang dikembangkan melalui komunitas seni dan sanggar-sanggar di ceruk-ceruk kampung, sekaligus menghidupkan UKM masyarakat yang bergerak dalam bidang produksi aneka instrumen seni budaya serta peralatan terkait adat istiadat masyarakat Siak, yang kental dengan nilai-nilai Melayu nan religius. Namun seiring waktu, tujuan pelaksanaan Festival Siak Bermadah tersebut terus berkembang, melampaui tujuan pokok yang dicanangkan diawal-awal pelaksanaannya.
 
Hari ini, Festival Siak Bermadah tak lagi sekedar menjadi ajang evaluasi pembinaan seni budaya semata, atau hanya menjadi stimulan bagi tumbuhnya UKM produk-produk kebudayaan di Siak. Namun lebih dari itu, helat ini telah menjadi wajah kebudayaan kita masyarakat Melayu yang amat kaya dengan adat istiadatnya.
 
"Karenanya keberadaan iven ini sekaligus menjadi sarana yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, agar semakin kokoh pendiriannya untuk hidup dengan nilai-nilai falsafah sebagai orang Melayu," imbuh Syamsuar.
 
 
Bupati Syamsuar memberikan sambutan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Festival Siak Bermadah bahkan telah menjelma menjadi salah satu iven pariwisata unggulan di Siak. Hal tersebut karena kehadiran para peserta dan utusan yang berdatangan dari dalam dan luar negeri, turut mengundang antusiasme masyarakat luas untuk berkunjung menikmati rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari, sembari menikmati suasana Kota Siak Sri Indrapura yang memiliki banyak peninggalan warisan sejarah, serta objek wisata religius dan alamnya yang amat khas.
 
Dikatakan, Siak Bermadah amat sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Siak Tahun 2016-2021 yang diusung pemerintah pada periode lima tahun kepemerintahan yang kedua ini. Yaitu Terwujudnya Kabupaten Siak Yang Maju dan Sejahtera Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis dan Berbudaya Melayu serta Menjadikan Kabupaten Siak Sebagai Tujuan Pariwisata di Sumatera.
 
"Jadi, tidak berlebihan kiranya tema pelaksanaan Festival Siak Bermadah ke 15 tahun ini mengambil tajuk "Kembangkan Adat Budaya, Untuk Mengangkat Marwah Negeri". Sebab konsistensi penyelenggaraan Festival Siak Bermadah sampai tahun yang ke 15 ini, merupakan kerangka pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Siak. Penerapan nilai seni, adat dan budaya melalui kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar berkarakter yang sesuai dengan adat budaya Melayu," tuturnya.
 
 
Bupati Syamsuar memberikan cenderamata kepada penari.(Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Sebelumnya, Kadis Pariwisata Siak Fauzi Asni mengatakan, dengan tema "Kembangkan Adat Budaya, Untuk Mengangkat Marwah Negeri diharapkan menjadi upaya mengembangkan potensi baik budaya maupun seni yang diharapkan mampu menjadi inspirasi dan kearifan lokal pun terinplementasi serta dapat memberikan kontribusi buat kabupaten siak tercinta.
 
"Selain mengedepankan kearifan lokal, iven ini juga sebagai kontrol sosial agar adat dan budaya bernilai kekal agama dan marwah tidak terjual" ucapnya.
 
Tahun ini, Festival Siak Bermadah mengadakan lomba Tari Zapin Kreasi Baru Internasional yang diikuti oleh beberapa tim kesenian termasuk tim dari luar negeri yakni  dari Malaysia di utus Sanggar Budaya Sri Pengkalan dan Singapura Sanngar Gentari. 
 
Selain itu, ada juga peserta dari tim Provinsi dari Kabupaten Muara Jambi, Sumatera Utara mengutus Sanggar Centra Seni Serdang Bedagai , utusan Sanggar dari Sumatera Barat dari ISI Padang Panjang , DKI Jakarta dengan Sanggar Melati Putih Utusan Tiba, serta sejumlah sanggar yang ada di kabupaten/kota di Riau yakni dari Kuansing mengutus Sanggar Tari dan Musik Mentuo, juga utusan dari Dewan Kesenian Rohil dan AKMR Pekanbaru, dan dari Siak sendiri dengan Sanggar Pengat Production bersama Sanggar Tasik Seminai. (adi fadhilahi akbar)
 
Bupati Syamsuar memberikan cenderamata kepada undangan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 

 
Bupati Syamsuar dan Alfedri foto bersama. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 

 
Bupati Syamsuar dan Wabup Alfedri foto bersama usai pembukaan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 


Galeri foto terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus