Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

370 Kasus DBD di Pekanbaru, Dua Meninggal, Dinas Kesehatan Lakukan Fogging

Senin, 24 Juli 2017 - 05:23:48 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat, serangan demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 370 kasus dan 2 orang penderita DBD meninggal dunia. Saat ini, berbagai langkah dilakukan Dinas Kesehatan dalam meminimalisir meluasnya DBD, seperti melakukan pengasapan (fogging) di daerah yang dianggap endemi nyamuk aedes agepty penyebab DBD.

Adapun masyarakat yang terserang DBD tersebar di Kecamatan Sukajadi sebanyak 15 orang, Senapelan ada 28 orang, Rumbai sebanyak 26 orang, Rumbai Pesisir ada 17 orang, Payung Sekaki 41 orang, Tampan sebanyak 49 orang.

Sementara di Kecamatan Tenayan Raya tercatat 45 orang, Marpoyan Damai 49 orang, Limapuluh 22 orang, Sail ada 3 orang dan Pekanbaru Kota 17 orang serta kasus terbanyak ada di Kecamatan Bukit Raya dengan 58 orang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Helda S Munir menjelaskan, persoalan DBD sudah dilakukan penanganan dengan melakukan fogging dan penyuluhan tentang hidup sehat kepada masyarakat.
 
 
Pengasapan atau fogging dilakukan untuk membasmi nyamuk penyebab DBD. (Foto:Istimewa) 
 
Meningkatnya kasus DBD mulai terjadi medio Mei dan Juni 2017. Sementara untuk bulan Juli, karena jarang turun hujan kasus DBD malah menurun. "Khusus korban yang meninggal akibat DBD, sekitar tempat tinggalnya sudah dilakukan fogging sekaligus penyuluhan kesehatan," ujar Helda, beberapa waktu lalu.

Selain melakukan pencegahan melalui penyuluhan dan melakukan fogging, Helda berharap kerjasama seluruh masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. "Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pencegahan perkembangbiakan nyamuk DBD di sekitar rumah tempat tinggal masing-masing," imbuhnya.

Mengenal DBD
Seperti namanya, DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue dan mengakibatkan demam serta menimbulkan perdarahan. Setiap orang harus waspada terhadap gejala DBD agar penderita segera mendapatkan pertolongan. Karena bila terlambat, akan bisa berakibat fatal. 

Gejala DBD yang paling mengerikan terjadinya perdarahan secara signifikan dan menyebabkan tekanan darah turun yang mengakibatkan shock bahkan kematian. 

Seseorang bisa terkena DBD apabila digigit nyamuk aedes aegypti yang mengandung virus dengue. Terdapat empat jenis (serotipe) virus dengue yang dapat menyebabkan DBD, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Infeksi terhadap salah satu serotipe hanya akan membentuk antibodi (kekebalan) terhadap serotipe yang bersangkutan, sehingga antibodi tersebut tidak dapat melindungi terhadap ancaman infeksi stereotipe yang lain. 

Karena itu seseorang yang pernah terkena DBD masih mungkin terkana lagi (hingga 4 kali, untuk 4 serotipe). Berdasarkan penelitian serotipe yang paling dominan di Indonesia adalah DEN-3 yang dapat menimbulkan gejala yang berat. Virus Dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya (pembawa). Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes plynesiensis juga bisa menularkan virus ini, namun kasusnya jarang. 
 
 
Dinas Kesehatan mencatat 370 kasus DBD dengan 2 orang meninggal. (Foto:Itimewa) 
 
Ciri-ciri nyamuk Aedes penyebab demam berdarah ini antara lain : Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya, Berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100-200 meter, Sifat khas nyamuk aedes ini menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore, ketika istirahat biasanya dia hinggap pada gantungan baju, Ketika mengigit badan tidak nungging, kalau nungging nyamuk anopheles (penyebab malaria). Berkembang biak pada air yang bersih (tidak bertanah) seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air. 

Nyamuk aedes penyebab demam berdarah, terlihat ketika mengigit tidak nungging. Setelah virus masuk ke dalam tubuh sese¬ćorang, terlebih dahulu virus akan berkembang biak di dalam kelenjar getah bening (limfa). Gejala Demam Berdarah akan muncul sekitar 4-6 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. 

Gejala awal DBD tergolong luas dan mirip dengan infeksi virus pada umumnya, seperi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, bahkan muntah. Beberapa mengeluh nyeri menelan dan terlihat tenggorokan memerah (faring hiperemis, seperti pada radang tenggorokan) namun pada DBD jarang ditemukan batuk dan pilek. Karena itu, Dinas Kesehatan terus mensosialisasikan kepada masyarakat konsep 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur barang tak terpakai. (advertorial diskes/diskominfo)


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus