Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Dishub Dumai Kembali Raih WTN 2016 Kategori Lalu Lintas Untuk Kota Sedang

Selasa, 25 Oktober 2016 - 07:52:07 WIB

Walikota Zulfikli AS dan Wakil Walikota Eko Suharjo.

DINAS Perhubungan Kota Dumai kembali menorehkan prestasinya tingkat nasional dengan meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk Kategori Lalu Lintas tahun 2016 bagi Kota Sedang dari Menteri Perhubungan. Pengahargaan WTN yang diterima Dishub ini bukan kali pertama, namun sudah keempat kalinya. Karena, sejak tahun 2013-2016, Dishub terus menerus menerima piala tersebut.

Penghargaan Wahana Tata Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan Kementerian Perhubungan RI kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan melalui penilaian yang dilakukan tim penilai WTN setahun sekali pada Kabupaten/Kota yang terpilih, salah satunya Kota Dumai yang dinilai berhasil menata Prasarana lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), Disiplin Lalu lintas dan lainnya.

Penghargaan WTN tidak akan dapat diperoleh tanpa kerjasama antara Pemerintah dan Isntansi terkait lainnya seperti pihak Kepolisian yang proaktif mengamankan dan menertibkan lalu lintas serta seluruh lapisan Masyarakat Kota Dumai yang mendukung terciptanya disiplin dan tertib lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Dumai, H. Bambang Sumantri melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat Renhard Ronald menyatakan, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor : KP 588 Tahun 2016, Kota Dumai kembali meraih Penghargaan WTN Kategori Lalu Lintas Tahun 2016 untuk Kota Sedang.

"Ya, berdasarkan Keputusan itu kita kembali meraih penghargaan WTN tahun ini dan penghargaan ini sudah keempat kalinya kita terima sejak tahun 2013," ujar Renhard, (29/9/2016) lalu.

Terkait kapan waktu penyerahan piala WTN 2016, Renhard belum mengetahuinya. Karena, berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak Kemenhub masih menunggu jadwal kosong Presiden RI. "Jadwal resmi kapan penyerahannya kita belum dapat. Jadi, saat ini kita masih menunggu kabar selanjutnya dari Kemenhub," tutur Renhard.

Piala WTN bukanlah suatu tujuan yang hendak dicapai, melainkan hanyalah suatu alat untuk memotivasi, menstimulasi, serta mengakselerasi kegiatan pembangunan sub sektor Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tertib, teratur, aman, nyaman, dan selamat dengan memperhatikan aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik.

Sebelumnya, dari Pemaparan Hasil Kunjungan Tim Penilai Lapangan Tahap II dan III Panitia Pelaksana Tingkat Nasional Penghargaan Wahana Tata Nugaraha (WTN) 2016, Kota Dumai sudah memiliki peluang untuk meraih Penghargaan WTN tahun 2016 dari Pemerintah Pusat.

"Insya Allah, Kota Dumai layak meraih penghargaan WTN tahun ini. Artinya, berdasarkan hasil kunjungan kita dilapangan kalau dilihat secara umum Kota Dumai masih memiliki peluang untuk meraih pengharagaan WTN 2016," ujar Ketua Tim Penilai Lapangan Tahap II dan III Panitia Pelaksana Tingkat Nasional Penghargaan WTN tahun 2016 Endi Suprasetio, Rabu (31/8/2016) lalu usai memarkan hasil penilaian lapangan di Gedung Media Center, Jalan Putri Tujuh, Dumai.

Menurut Endi, secara keseluruhan Kota Dumai ada melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan hasil penilaian WTN yang terdahulu, seperti pembangunan pendistrian, pengecatan rambu, zona selamat sekolah dan penambahan traffic light yang kesemuanya itu memang masuk dalam penilaian WTN.

"Ada empat materi penilaian WTN, diantaranya, Sarana angkutan umum, Prasarana lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), Disiplin Lalu lintas dan Pelayanan masyarakat (PKB)," terangnya.

Berdasarkan hasil penilaian itu, kata Endi, Kota Dumai sudah memiliki program unggulan seperti, adanya Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang berada di Jalan Sudirman, Memiliki Parkir Off Street di Jalan Sudirman (Samping Ramayana), adanya Zona Selamat Sekolah dan memiliki Jalur Kendaraan Roda Dua, namun perlu dilengkapi dengan rambu dan marka R-2.

"Program unggulan tersebut hendaknya tetap di pertahankan dan perlu peningkatan. Untuk itu, hal ini harus dilakukan secara periodic, kalau dibiarkan tentu fungsinya akan berkurang dan ini juga perlu support dan perhatian dari pemerintah daerah itu sendiri," pesan Endi seraya menambahkan, terkait penilaiaan yang telah dilakukan, pihaknya belum dapat memastikan kapan hasilnya keluar, namun yang jelas tetap tahun ini.

Tahapan penilaian penghargaan WTN meliputi penilaian administrasi, terdiri dari perencanaan, angkutan, pendanaan, prasarana, kelembagaan dan peraturan per undang-undangan, lalu lintas, sumber daya manusia dan lingkungan. Tahap kedua adalah teknis dan operasional meliputi, sarana, prasarana, lalu lintas, dan pelayanan kepada masyarakat. Tahap ketiga adalah komitmen (political will) Kepala Daerah. Penilaian kebijakan dan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan dan pembangunan transportasi perkotaan.

Sementara itu, Bambang Sumantri menyampaikan, tindak lanjut catatan lapangan penilaian WTN tahun sebelumnya dari Aspek Sarana berdasarkan uraian kegiatan catatan lapangan yakni Agar kendaraan yang beroperasi di jalan dijamin telah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan melalui pengujian berkala dan dilakukan penertiban melalui pengawasan operasional di lapangan.

Kegiatan yang telah ditindak lanjuti adalah melakukan pengujian berkala kendaraan bermotor di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Patroli rutin di jalan dan Operasi penertiban dan penegakan hukum bersama instansi terkait.

Sedangkan dari Aspek Prasarana, uraian kegiatan catatan lapangan yakni Perlu dipertahankan dan ditingkatkan kondisi di mana tidak terdapat reklame, spanduk, dan lain-lain yang mengganggu berfungsinya perlengkapan jalan.

Kegiatan yang telah ditindak lanjuti yakni Patroli rutin oleh Petugas Dinas Perhubungan untuk menjamin tidak terdapat reklame dan spanduk yang mengganggu rambu, marka, APILL, trotoar, jembatan penyeberangan, halte, dan lain-lain.
Dishub Dumai akan terus berupaya memperbaiki segala kekurangan dibidang lalulintas sesuai saran yang diberikan tim penilai.

"Kita akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan pembenahan seperti pembenahan sarana dan prasarana lalulintas di Kota Dumai. Selain itu, meningkatkan pelayanan untuk angkutan umum," janji Bambang.

Terkait paparan yang disampaikan Tim Kemenhub RI dan Dishub Dumai, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo berharap kepada tim penilai WTN Pusat agar membantu Kota Dumai dalam mempertahankan prestasi-prestasi yang telah di raih ini. "Kami mohon dukungan dari bapak-bapak tim penilai, bagaiamana Kota Dumai bisa menjadi lebih baik lagi. Ide-ide dan masukan serta kekurangan dari penilaian lapangan akan menjadi semangat kami untuk membenahinya,"tuturnya.

Kepada jajaran Dishub Dumai, Wawako meminta, agar prestasi yang telah didapat pada tahun sebelumnya dapat di pertahankan dan masukan-masukan serta ide dari tim penilai WTN pusat agar segera ditindaklanjuti guna memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat Kota Dumai. "Tetap semangat dan tunjukkan kinerja kita, semoga kita kembali meraih penghargaan WTN 2016," harap Eko.

Wawako sangat mengapresiasi saran dan masukan yang telah disampaikan tim penilaian WTN. Semoga segala masukan menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan perubahan lebih baik lagi kedepan sehingga piala WTN dapat diraih kembali oleh Kota Dumai.
Menurut wawako, kesuksesan tahun sebelumnya dan hasil penilaian tim WTN harus menjadi motivasi bagi kita untuk mempertahankan piala WTN bidang lalulintas. Penghargaan WTN yang telah diraih pada 2013, 2014 dan 2015 agar dapat dipertahankan.

"Kita menyadari kalau penghargaan yang diberikan ini bukanlah merupakan tujuan utama bagi kita semua, namun yang lebih penting daripada itu adalah bahwa yang kita kerjakan bermuara kepada manfaat yang baik bagi masyarakat selain itu untuk menjadikan tata kelola transportasi semakin baik sehingga memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat secara menyeluruh," pesan Wawako.

Pemaparan hasil penilaian dihadiri Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, SE, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, H Bambang Sumantri SH, Kepala Bidang Darat Dishub Dumai, Renhard Ronald, Perwakialn Muspida dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan undangan lainnya.

Tim penilain terdiri dari Endi Suprasetio, ST, M.Si selaku ketua tim, didampingi tim pusat lainnya seperti Budi Santoso S.SiT, MTr, Yugo Antoro, ST, M.MTr, Triana Nurria Pawening M.Sc, Evi Sudarma Putri SH dan Onki Hertawan, Amd, LLAJ, SE. Tim dari Provinsi Riau adalah Roy Chandra, S.SiT dan Henry Tambunan, S.Sos. (adv)

Kadishub Dumai Bambang Sumantri

Foto bersama Wawako dengan tim penilai WTN  2016

Tinjauan Dinas Perhubungan ke UPT PKB

Tinjauan Dinas Perhubungan ke UPT PKB


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus