Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkab Kampar Genjot Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 06 Agustus 2017 - 01:57:25 WIB

Bupati Aziz Zainal menyusuri dana di Ulo Kusok. (Foto:Istimewa)

BANGKINANG-Pemkab Kampar secara perlahan mulai mengembangkan sektor pariwisata dalam upaya meningkatkan pemasukan daerah yang tergerus, akibat menipisnya sumber daya alam. Keberadaan sejumlah objek wisata alam dan budaya di Kambar, diyakini akan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebab pengembangan pariwisata akan membuka peluang investasi, peluang kerja dan usaha baru dan akhirnya, menekan angka pengangguran dan mengkatrol kesejahteraan masyarakat. Untuk itulah, Pemkab Kampar terus berkomitmen memajukan sektor yang beberapa tahun terakhir terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintahan Azis Zaenal dan Catur Sugeng Susanto sendiri tampaknya sudah memahami betul, kalau Kampar memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Mulai cagar budaya, wisata alam dan kuliner dan potensi lainnya. Karena itulah, Bupati Aziz Zainal terus menggali dan membenahi kawasan wisata di Kampar supaya menjadi tujuan wisata impian di Riau.

Selain memiliki konsep Infrastruktur, Investasi dan Industri atau dikenal dengan 3 I serta Kawasan Industri Kampar (KIK), Bupati juga mencanangkan kawasan wisata di Kampar. Itu dilakukan untuk menggali segala potensi wisata di Kampar. Karena itu, Azis Zaenal mengajak kepala dinas terkait meninjau langsung beberapa onjek wisata yang berpotensi, termasuk Kawasan Wisata Stanum.

 
Bupati Aziz Zainal dan wakil bupati Catur mengunjungi kawasan wisata Stanum.(Foto:Istimewa) 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Drs. Syamsul Bahri M.Si kepada wartawan mengatakan, Pemkab Kampar memasang target sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Riau. Selama ini, Kampar hanya menjadi tempat transit saja bagi wisatawan dan bukan menjadi tempat persinggahan.

“Umpamanya wisatawan atau pengunjung dari Pekanbaru-Sumbar atau Pekanbaru-Sumut, mereka hanya menjadikan Kampar sebagai tempat transit. Karena itu, ke depan Kampar ditargetkan menjadi destinasi bagi masyarakat Riau dan luar Riau,” tuturnya.
 
Namun demikian, untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan, di antaranya keterbatasan anggaran. Untuk itulah, Disparbud sedang berusaha untuk menggaet dana pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Beberapa tahun terakhir, dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Kampar sangat kecil dan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Karena itu, pemkab sedang mengupayakan untuk menggaet DAK, meski harus bekerja keras mendapatkannya,” tukasnya.
 
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Drs. Syamsul Bahri.(Foto:Istimewa)     
 
Dikatakan, usulan dana untuk pembangunan infrastruktur pendukung objek wisata yang ada di Kampar telah diverifikasi Bangda dan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata. Ditambahkan, syarat untuk mendapatkan DAK melalui seleksi ketat. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi daerah untuk bisa memperoleh DAK.

Pertama secara umum berdasarkan kemampuan keuangan daerah. Selama ini, pusat menilai Kampar memiliki dana besar. Namun sejak beberapa tahun belakangan, Kampar mengalami defisit anggaran yang jumlahnya sangat besar. Kemudian untuk kriteria khusus, berdasarkan potensi dan spesifikasi daerah. Dimana salah satunya Kampar memiliki potensi pariwisata dan ketiga kriteria teknis. Hal ini sedang disusun kementerian bagaimana teknisnya.

“Mengacu kepada kriteria tersebut, Kampar dinilai pantas memperoleh DAK dengan jumlah lebih besar dalam upaya mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki sekarang," tambahnya.
 
 
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs peninggalan sejarah dan telah menjadi salah satu objek wisata potensial di Kabupaten Kambar. (Foto:Istimewa) 
 
Potensi Wisata
Secara garis besar, Kampar memiliki keelokan dan pesona alam yang menjanjikan bila dikelola dengan baik. Semua potensi wisata alam tersebut, diyakini akan mampu menyedot wisatawan domestik dan internasional. Saat ini, Kampar memiliki sekitar 72 destinasi wisata. Dimana 11 destinasi di antaranya sudah masuk kedalam prioritas pengembangan.

Ke 11 tempat wisata tersebut akan diajukan dalam anggaran tahun 2018 sebagai upaya akselerasi pembangunan sektor pariwisata. Bahkan, Disparbud juga sudah berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi program pembangunan pariwisata tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Program dan kegiatan pembangunan yg diajukan antara lain, pembangunan turap obyek wisata Danau Rusa, Gazebo untuk objek wisata Danau Rusa, pos penjagaan di Lubang Kolam, membangun turap Lubang Kolam, musholla dan MCK di Lubang Koloam serta membangun jaringan listrik di Lubang Kolam.

"Untuk Danau Rusa, pemkab telah membebaskan lahan masyarakat sebanyak 40 hektare. Danau rusa akan digunakan sebagai venue dayung di ajang Porprov IX 2017 nanti. Sekarang di sana sudah dibangun fasilitas berupa gudang, musholla dan MCK pada lahan seluas 5000 meter2,” ujar Syamsul. (adv/syafriadi)
 
 
Puncak Mahligai menjadi alah satu objek wisata baru di di Ulo Kusok yang dari hari ke hari kian ramai dikunjungi wisatawan dan masyarakat Riau. (Foto:Istimewa) 
 


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus