Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Parlementaria

Rakernas Putuskan Siak Sebagai Anggota JKPI V, Siak Menuju Kota Pusaka Warisan Dunia

Rabu, 11 Mei 2016 - 17:01:36 WIB

Penyerahan sertifikat keanggotaan JKPI kepada Bupati Siak dari Ketua Presedium JKPI

ACEH-Kota Siak Sri Indrapura secara resmi sudah diakui sebagai salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Momentum tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan kota Siak ke depan saat berlangsungnya Seminar Internasional dan Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia V Tahun 2016 di Kota Banda Aceh, Selasa (10/5/2016).

Bergabungnya Siak dalam JKPI telah membuka peluang strategis dan diharapkan bisa memperoleh dukungan khusus pemerintah Indonesia, untuk Kota Siak diakui UNESCO sebagai salah satu kota warisan dunia. Saat ini, ada 58 Kabupaten/Kota (termasuk Siak) yang sudah tergabung sebagai anggota JKPI bersamaan dengan pelaksanaan Rakernas JKPI V Tahun 2016 di Banda Aceh. 

JKPI adalah jaringan antar kota di Indonesia yang pendiriannya bertujuan untuk menjaga pelestarian benda cagar budaya dan peninggalan sejarah di Indonesia. Kegiatan tersebut langsung diikuti Bupati Drs H Syamsuar MSi dan bupati serta walikota dari 58 daerah anggota JKPI. 

Rakernas JKPI diawali dengan seminar Internasional di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan dilanjutkan dengan Rakernas di pendopo kediaman Walikota Banda Aceh. Hadir pada acara tersebut utusan kabupaten/kota dan kepala daerah seluruh anggota JKPI, Perwakilan Organisasi Jaringan Kota Pusaka Dunia dari Turki & Jepang, Direktur Executive JKPI Asfarinal (nanang) serta Tim Ahli Kota Pusaka.

Bupati Drs H Syamsuar MSi mengungkapkan, bergabungnya Siak bersama JKPI secara langsung akan meningkatkan upaya pelestarian cagar budaya dan peninggalan sejarah masa lalu. Pemerintah akan menyiapkan aksi maksimal dalam merawat dan melestarikan cagar budaya serta peninggalan sejarah yang ada di kota Siak dan sekitarnya. Kepemilikan nilai-nilai sejarah seperti nilai pusaka alam dan nilai pusaka budaya tentunya harus didukung dengan penggalian nilai-nilai secara lebih mendalam dan memerlukan perhatian khusus. 

Pengembangan kota pusaka bukanlah sebuah upaya membangkitkan romantisme masa lalu. Namun hal ini adalah bagian dari membangun jati diri, sekaligus menggali potensi ekonomi lokal untuk kesejahteraan masyarakat melalui perpaduan kota pusaka yang berjalan seiring dengan peningkatan sektor pariwisata dalam konteks kekinian dan kehidupan masa depan. 

"Dan yang terpenting adalah bagaimana pembangunan dan penataan kota tidak tergerus oleh nilai-nilai globalisasi dan modernisasi namun tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam sebuah situs yang ada," kata Syamsuar.

Dihadapan peserta rakernas, Bupati Syamsuar menyampaikan deskripsi singkat tentang Kabupaten Siak, sekaligus deskripsi mengenai kerajaan Siak. Dengan demikian, Siak disertakan sebagai bagian dari JKPI. "Seiring dengan kemerdekaan RI, Sultan Syarif Qasim II sebagai Sultan Siak menyerahkan kerajaannya beserta mahkota dan sejumlah uang kekayaan kesultanan kepada presiden Soekarno di Jogja pada waktu itu," urai Syamsuar.

"Cagar budaya, peninggalan sejarah yang ada masih terpelihara dengan baik. Namun demikian karena keterbatasan-keterbatasan kami tentunya mengharapkan perhatian khusus pemerintah pusat," harapnya.

"Dengan senang hati dan semoga seluruh pengurus dan keanggotaan dapat menerima kami sebagai sahabat. Semoga ini dapat memberikan masukan bagi kami pemerintah daerah terutama mengenai pemeliharaan cagar budaya di daerah kita masing-masing karena itu merupakan aset negara kita," tambahnya.

Selanjutnya, melalui pertanyaan terbuka dari Direktur Executive JKPI Asfarina Nanang kepada anggota JKPI peserta Rakernas, Siak akhirnya diterima menjadi anggota JKPI sebagai anggota ke 56. "Apakah kita setuju bahwa Siak sebagai anggota JKPI," tanya Nanang yang kemudian serentak dijawab "setuju" oleh para peserta.

Dalam Rakernas 2016, ada penambahan jumlah anggota JKPI yang sebelumnya sebanyak 54 Anggota menjadi 58 anggota. 4 anggota baru adalah Kabupaten Halmahera, Kabupaten Pesawaran Prov Lampung, Kabupaten Siak Prov Riau dan Kota Sabang, Aceh. (adv/hms)

Penyerahan sertifikat keanggotaan JKPI kepada Bupati Siak dari Ketua Presedium JKPI

Bupati Syamsuar foto bersama penerima sertifikat keanggotaan JKPI. (Foto Humas)

Bupati Drs H Syamsuar MSi menyalami Ketua Presidium JKPI usai menerima sertifikat keanggotaan JKPI. (Foto Humas)


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus