Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Sejak Berstatus BLUD, Kini RSUD Kuansing Miliki Tenaga Pendamping Orang Sakit

Senin, 20 November 2017 - 08:32:25 WIB

Layanan RSUD kini terus dimaksimalkan sejak berstatus BLUD. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com)

KUANSING-Sejak Januari 2017 lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuantan Singingi telah resmi berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi alasan untuk RSUD tidak bisa melayani masyarakat. Alasan persediaan obat-obatan habis tidak lagi bisa jadi alasan seperti kejadian 2016 lalu.

Direktur RSUD Kuansing dr. Fahriansyah alias Ukup melalui Kepala Tata Usaha RSUD Rian Fitra, Senin (20/11/2017) mengatakan, setelah berstatus BLUD, RSUD tidak ada alasan untuk tidak bisa melayani masyarakat pengguna BPJS. Karena dalam sistem pengelolaan keuangan BLUD, sudah terfokus hanya untuk kebutuhan RSUD. Sebelumnya, sistem keuangan RSUD masih seperti OPD lain yang terpusat pada sumber pembiayaan melalui APBD.
 
 
Kepala Tata Usaha RSUD Rian Fitra. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com)
 
"Pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas, berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya," ujar Fitra.

Seperti beberapa waktu lalu, Direktur melalui manajemen telah melaksanakan perekrutan tenaga untuk Pendamping Orang Sakit (POS) dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan RSUD. Sehingga pasien dan keluarga pasien lebih merasa puas atas pelayanan. Sistem penggajian tenaga POS tidak memberatkan kepada APBD, karena sumber penghasilan RSUD dan tidak dicampur baurkan dengan PAD atau murni 100 persen penghasilan bisa digunakan secara keseluruhan. Berbeda dengan saat sebelum berstatus BLUD, dari penghasilan 100 persen hanya bisa dipergunakan maksimal 60 persen. 
 
 
Pelayanan administrasi kepada pasien dan keluarga pasien kini terus meningkat. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com) 
 
Mengenai tenaga POS, RSUD pernah merekrut 75 orang perawat, namun dari hasil seleksi yang ketat hanya lolos 40 orang. Karena manajemen benar-benar menginginkan tenaga POS profesional dalam bidangnya.

Tugas POS mendampingi pasien dan keluarga dimulai dari pendaftaran, pendampingan administrasi ke BPJS sampai pendampingan ke apotik. Dengan keberadaan POS, diharapkan bisa membuat nyaman dan aman pasien serta keluarganya.
 
 
Tenaga pendamping mengantarkan keluarga pasien. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com) 
 
Fitra menjelaskan, mulai Oktober lalu, Pelayanan Ct Scan atau Ronsen juga sudah bisa dilayani. Karena sebelumnya pernah off, akibat alat ronsen tersambar petir. Sehingga RSUD menyarankan ronsen ke RS Jhonharis. Tetapi bagi masyarakat yang mengunakan jasa BPJS, sekarang bisa diklaim pembayaran kembali. (adv/jhon hendri)


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus