Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Selain Serap Tenaga Kerja, Teknopolitan Bakal Sokong Ekonomi Pelalawan

Jumat, 09 Desember 2016 - 10:18:26 WIB

Bupati HM Harris meninjau kawasan teknopolitan bersama perwakilan BPPT. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

PANGKALAN KERINCI-Konsep Bupati Pelalawan, HM Harris dalam membangun kawasan teknopolitan pantas dipuji. Sebab, pembangunan kawasan seluas 1.000 hektare tersebut terintegrasi dengan berbagai pabrik industri hilir sawit, kegiatan riset dan perguruan tinggi teknologi merupakan konsep luar biasa yang diyakini akan mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Pelalawan, khususnya sektor ekonomi.

Di kawasan ini, Bupati HM Harris ingin menciptakan industri pengolahan sawit dalam mencapai nilai ekonomis tinggi, mengingat Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dimana produksi CPO Indonesia tahun 2010 saja mencapai sekitar 22,5 juta ton dan target tahun 2020 mencapai 40 juta ton.

Untuk itulah, program teknopolitan menjadi program yang bisa ambil bagian dari target tersebut. Paling tidak, bisa mendukung terujudnya iklim ivestasi di Pelalawan. Apalagi Badan Koordinator Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) mencatat, awal 2016 lalu, jumlah investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Pelalawan sudah mencapai Rp72 triliun.

Untuk diketahui, investasi pada sektor riil seperti industri memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terlebih dalam waktu 5 tahun terakhir, sektor industri dan pertanian adalah sektor paling banyak menyerap tenaga kerja. 

Secara nasional, investasi pada sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 39,5 juta orang. Sementara sektor industri terutama manufaktur 15,4 juta orang. Nah, dengan Teknopolitan diyakini akan mampu meminimalisir Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang ada dengan kecenderungan mengalami peningkatkan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencayat, jumlah pengangguran di Riau Agustus 2014 mencapai 176.762 orang, sehingga TPT mencapai 6,56 persen atau mengalami kenaikan ketimbang TPT tahun 2013 yang mencapai 5,48 persen.
 
Artinya, kehadiran kawasan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan akan mampu menjadi solusi menekan jumlah pengangguran dan menyerap mereka sebagai tenaga kerja di perusahaan atau pabrik kelapa sawit yang sedang dibangun di kawasan teknopolitan tersebut. 

Sebagai gambaran, satu industri minyak goreng berbahan dasar CPO atau minyak sawit mampu menyerap tenaga kerja 134 orang, kemudian industri margarin 75 orang dan industri surfaktan 100 orang serta industri biodiesel menyerap sekitar 100 orang tenaga kerja. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya?

Ajukan Ranperda
Di sisi lain, sebagai bentuk keseriusan pembangunan teknopolitan tersebut, Pemkab Pelalawan sudah mengusulkan Ranperda Pembangunan Kawasan Teknopolitan. Dalam jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi DPRD tentang pembangunan dan pengelolaan kawasan Teknopolitan Pelalawan menyebutkan, Kecamatan Langgam dipilih sebagai kawasan teknopolitan sebab terletak pada satu hamparan sepanjang 13 x 3 kilometer.

Hamparan itu melingkupi 3 wilayah administrasi desa/kelurahan, yakni Kelurahan Langgam, Desa Padang Luas dan Desa Penarikan seluas 3.748 hektare dan akan menjadikan kawasan Teknopolitan sebagai Techno Park terluas di Indonesia.

Penetapan lokasi itu juga sudah melalui berbagai analisa dan pertimbangan, di antaranya kesiapan lahan dan dukukungan masyarakat ulayat, ketersediaan sumber energi, ketersediaan air baku, ketersediaan bahan baku, akses kejalur tranportasi eksisting maupun jalu transportasi nasional yang akan dibangun setta kedekatannya dengan Pekanbaru sebagai pusat Kegiatan Nasional (PKN).

Bupati HM Harris menyebutkan, kawasan Teknopolitan bukanlah diorientasikan semata-mata untuk pengembangan industri. Lebih dari itu, teknopolitan diarahkan untuk pengembangan hilisasi produk industri sawit Riau, bahkan Sumatera yang sekarang baru menghasilkan bahan setengah jadi berupa Crude Palm Oil (CPO) oleh ratusan pabrik kelapa sawit di seluruh Riau dan Sumatera.

Dengan hadirnya teknopolitan, sekurang-kurangnya bisa terakses dengan mudah atau malah berada di tengah sebaran PKS yang ada di Pelalawan, Inhu, Kuansing, Inhil, Kampar, Siak, Bengkalis, Rohul dan Rohil.

Di sisi lain, kata HM Harris, kawasan teknopolitan membutuhkan sumber energi besar. Sementara PT Langgam Power sudah mengoperasikan PLTMG yang sumber gasnya berasal dari sumur-sumur gas di sekitar kawasan teknopolitan. Apalagi PD Tuah Sekata bergandengangan dengan PT Langgam Power sudah mengantong wilayah usahan penyedia tenaga listrik.

Begitu juga dengan akses, dimana kawasan teknopolitan berada lebih kurang 25 KM dari Jalintim. Ditambah kalau jalan tol Sumatera dan jalan kareta api Sumatera dibangun, maka keberadaan kawasan teknopolitan akan semakin ideal.

"Bicara pelabuhan. Kawasan teknopolitan justru terhubung dengan berbagai alternatif pelabuhan, seperti pelabuhan di Pekanbaru, Pelabuhan Buatan, Buton dan Futong," ujarnya sembari menyebutkan, dukungan masyarakat, pemangku adat batin Badagu sebagai penguasa asal lahan makin menguatkan keberadaan teknopolitan. 

Dikatakan, keberadaan teknopolitan atau teknopark merupakan hasil akhirnya. Dimana akan ada berbagai perusahaan menanamkan investasinya untuk industri hilir, karena Pelalawan memiliki lahan sawit luas dan pabrik cukup banyak.

"Jelas dengan banyaknya investasi untuk mengolah hasil turunan produksi pabrik sawit, akan membutuhkan tenaga kerja dengan skill dan SDM baik. Karena itu, kita sudah persiapkan Sekolah Tinggi Teknopolitan Pelalawan (ST2P) di kawasan ini," tukasnya. (adv)
 
 
 Pembangunan kawasan teknopolitan terus digeas. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)
 

 
Bupati HM Harris melihat langsung progres pembangunan di kawasan teknopolitan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati HM Harris memberikan arahan langsung kepada pelaksana pembangunan di kawasan teknopolitan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
 
 
Bupati HM Harris melihat rencana pembangunan di teknopolitan bersama kepala SKPD terkait. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)  
 
 
 
Sejumlah alat berat terus bekerja membuka kawasan teknopolitan. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)  

 
 
Bupati HM Harris meninjau beberapa bangunan yang terdapat di kawasan teknopolitan bersama sejumlah kepala SKPD. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)   


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus