Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Walikota Dumai Ajak Masyarakat Uji Emisi Berkala Lewat Dinas Perhubungan

Selasa, 20 Desember 2016 - 22:52:05 WIB

Walikota Zulkifli As menyampaikan pentingnya uji emisi kendaraan. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com)

DUMAI-DINAS Perhubungan Kota Dumai terus menerus mensosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. Ini dilakukan demi mewujudkan visi terwujudnya masyarakat yang makmur dan madani tahun 2021 mendatang.

Selain itu, Perda tersebut diharapkan bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Perhubungan, disamping salah satu upaya menciptakan udara bersih dan segar di Kota Dumai.

Karena itulah, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, MSi memberikan dukungan penuh kepada Dinas Perhubungan untuk menjalankan perda tersebut. Sebagai bentuk dukungannya, walikota terus mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan uji emisi kendaraan secara berkala dan mempertahankan kondisi mesin kendaraan tetap baik.

“Karena tujuan uji emisi yang dilakukan tidak hanya sekedar untuk meningkatkan PAD, tetapi menciptakan udara bersih dan segar di kota yang kita cintai ini. Maka itu, saya meminta seluruh masyarakat agar ikut mensukseskan program tersebut,” ajak Zul As sapaan akrab Walikota Dumai, kemarin.

Untuk membuktikan keseriusan pemerintah dan walikota tersebut, beberapa hari lalu seluruh kendaraan dinas yang digunakan walikota mengikuti uji emisi gas buang yang dilakukan Dinas Perhubungan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) bertempat di Jalan Sudirman. 

 
Walikota bersama Kapolres didampingi Kadishub memperlihatkan hasil uji emisi. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com) 

Selain kendaraan dinas walikota, uji emisi juga dilakukan untuk kendaraan dinas Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting. 

Walikota meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) supaya menjadi teladan, sehingga kebijakan yang dibuat dapat terlaksana sebagimana mestinya. "Pembangunan berbasis lingkungan akan terus diusahakan. Mulai mempertahankan habitat flora dan fauna melalui penghijauan dan penanaman pohon, baik lahan-lahan tinggal maupun di bantaran sungai dan pesisir hingga mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berguna untuk mencegah polusi udara," ujarnya.

“Semangat untuk mewujudkan udara bersih akan terus kita gelorakan. Salah satunya adalah dengan melakukan uji emisi gas buang kendaraan. Alhamdulillah, dalam kaitannya dengan payung hukum, Kota Dumai adalah ‘pionir’. Hal ini dibuktikan dengan Perda Nomor 6 tahun 2014 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor,” tambahnya.

Dikatakan, global warming yang kebanyakan disebabkan polusi udara merupakan hal yang mengkhawatirkan. Karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan bila tidak dikendalikan secara benar akan menjadi racun dan sangat berbahaya bagi kesehatan, merusak paru-paru, jaringan sel otak dan menggangu pertumbuhan bayi dan anak-anak.

"Kerusakan yang ditumbulkan oleh pemanasan suhu ini sangat banyak merugikan, bukan hanya satu atau dua organism, melainkan semua unsur yang ada di bumi. Karena itu, persoalan global warming merupakan permasalahan semua penduduk bumi bukan hanya aktivis lingkungan saja. Saat ini, tanda-tanda global warming bisa diamati dengan jelas. Pergantian musim yang tidak lagi sama setiap tahunnya, naiknya level air laut, dan lain sebagainya.

 
Walikota Zulkifli AS melakukan uji emisi kendaraan dinasnya. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com) 

Dalam kaitan itulah, Pemerintah memandang sangat perlu segera menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 660/180/SJ tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, sekaligus juga mensosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2014 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor yang telah ada," papar walikota.

“Salah satu langkah yang kita tempuh adalah melakukan uji emisi kendaraan mobil penumpang yang tidak dijasakan (mobil pribadi) dan sepeda motor untuk mengurangi polusi udara yang berdampak kepada lingkungan dan menempatkan pesan kedalam pikiran masyarakat, tentang pentingnya melakukan uji emisi kendaraan agar juga dapat mengetahui tingkat kerusakan pembakaran pada mesin kendaraan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Dumai H. Bambang Sumantri menambahkan, sasaran dari kegiatan uji emisi gas buang yang dilakukan pihaknya yakni masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat.

“Perda nomor 6 tahun 2014 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor pertama uji emisi mobil yang tidak dijasakan, kedua uji emisi sepeda motor merupakan perda baru yang harus disosialisasikan kepada masyarakat luas sebelum ditegakkan, untuk itu Dishub gencar melaksanakan sosialisasi ini,” ujarnya.

 

Petugas pengujian emisi foto bersama dengan Kapolres dan walikota. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com) 

Menurutnya, Perda tersebut mengacu pada peraturan menteri perhubungan RI tentang pengujian kendaraan bermotor. Selain itu, mengacu  surat edaran Mentri lingkungan Hidup Nomor B/38-X/MenLH/12/ 2013 perihal persyaratan lulus uji emisi untuk perpanjangan STNK. Peraturan tersebut berlaku untuk seluruh kendaraan bermotor baik roda dua dan empat.

Adapun biaya uji emisi berdasarkan Perda nomor 6 tahun 2014 yakni untuk kendaraan pribadi yang tidak dijasakan, mobil penumpang instansi pemerintah dan kendaraan khusus alat berat, dikenakan biaya uji emisi sebesar Rp.20.000,- dengan rincian, biaya administrasi Rp.5.000,-, jasa pengujian Rp.5.000,-, stiker lulus uji Rp.5.000,-, dan surat keterangan uji emisi Rp.5.000,-,.

Sementara, untuk Sepeda Motor dikenakan biaya sebesar Rp.15.000,-, dengan rincian, biaya uji emisi sebesar Rp.20.000,- dengan rincian, biaya administrasi Rp.5.000,-, jasa pengujian Rp.2.000,-, stiker lulus uji Rp.3.000,-, dan surat keterangan uji emisi Rp.5.000,-,.

“Setiap kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi langsung diberi stiker lulus uji emisi yang ditempel di bagian depan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat,” bebernya.

Ditambahkan, selain untuk meningkatkan PAD, tujuan dari kegiatan uji emisi juga sebagai upaya mengurangi tingkat pencemaran atau polusi udara akibat aktivitas kendaraan bermotor, sekaligus mewujudkan Dumai Go Green untuk mendukung program global warming. (adv Dishub Dumai)


Advetorial terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus