pemerintah daerah kabupaten bengkalis
Home    

Herliyan: MTQ Media Dakwah Membumikan Al Quran
Minggu, 10 Maret 2013 - 18:04:46 WIB

Herliyan: MTQ Media Dakwah Membumikan Al Quran

BANTAN-Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh menyebutkan, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan salah satu media dakwah dalam membumikan Al Quran pada kehidupan sehari-hari. Disamping itu, MTQ juga menjadi ajang pembinaan generasi muda dalam membaca Al Quran.

”Bila kita menyimak lebih dalam, perhelatan MTQ bukan hanya sekedar kegiatan tahunan untuk perlombaan seni baca Al Quran dengan tujuan meraih gelar juara. Namun jauh dari itu, tujuan hakiki kegiatan islami ini semata-mata untuk mendekatkan umat kepada nilai-nilai
Al Quran dan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan keislaman kita bersama,” kata Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh ketika membuka MTQ Tingkat Kecamatan Bantan, Jumat (8/3) malam.

Hadir pada pembukaan MTQ Kecamatan Bantan, Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno, anggota DPRD Bengkalis Salfian Daliandi, para pejabat Eselon II dan III, Camat Bantan Nazly, Perwakilan Kemenag, Syafwan Muhajir, Kepala Desa se-Kecamatan Bantan

Herliyan berharap, pelaksanaan MTQ mampu menjadi penyaring terhadap aspek-aspek negatif yang ditimbulkan perkembangan zaman. Karena saat ini, kita sangat prihatin terhadap pengaruh negatif yang menjangkiti sebagian generasi muda, seperti narkoba, kenakalan remaja, minuman keras, pergaulan bebas bahkan judi. “Untuk itu, kita punya tanggungjawab besar untuk menghadang pengaruh-pengaruh negatif tersebut, salah satunya melalui upaya mendekatkan diri dengan
Al Quran,” ujarnya.

MTQ tingkat Kecamatan Bantan 2013 diikuti sembilan desa dan satu utusan LPTQ Bantan dengan jumlah 165 peserta dan 35 orang official. Ada empat cabang yang diperlombakan, yaitu Tilawah Al Quran (golongan anak-anak, golongan remaja, golongan dewasa dan golongan tartil), cabang Syarhil Quran dan Khattil Quran (golongan hiasan mushaf, golongan naskah dan golongan dekorasi). Pembukaan disaksikan ribuan masyarakat kecamatan Bantan yang berasal dari seluruh penjuru desa yang ada.

Bupati mengimbau seluruh umat Islam untuk terus menyemarakkan maghrib mengaji. "Perlu saya garis bawahi. Selama ini persepsi tentang budaya maghrib mengaji seakan hanya untuk anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan anak kita yang sudah SMP, SMA, kuliah bahkan orang tua, mulai jarang membaca Al Quran usai salat maghrib. Padahal, program magrib mengaji ini ditujukan untuk seluruh umat Islam tanpa memandang usia, tingkat pendidikan maupun kedudukan," tukasnya.

Tantangan menggelorakan maghrib mengaji sangat besar, di antaranya pengaruh perkembangan dunia teknologi dan informasi, khususnya televisi. Berbagai tayangan seakan sengaja ditampilkan selepas maghrib, sehingga perhatian semua orang fokus pada televisi. untuk itu, butuh kerja keras dan komitmen bersama menangkal pengaruh televisi tersebut.

“Saya yakin, hingga saat ini rumah tangga di Kecamatan Bantan tetap konsisten menggalakkan maghrib mengaji. Meski demikian, tidak salahnya saya kembali mengingatkan agar masyarakat tetap melestarikan budaya maghrib mengaji dan satu jam tanpa televisi pada saat maghrib. (adv/hms)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2013