pemerintah daerah kabupaten bengkalis
Home    

Pemkab Tingkatkan Produksi Bioethanol Secara Bertahap
Kamis, 14 Maret 2013 - 08:50:47 WIB

Pemkab Tingkatkan Produksi Bioethanol Secara Bertahap

BENGKALIS-Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara bertahap akan meningkatkan produksi bioethanol, agar bisa dikonsumsi masyarakat. Saat ini, produk bahan bakar alternatif tersebut masih diproduksi terbatas dan lebih ditekankan hanya untuk kepentingan riset saja.

"Kita tetap produksi tapi tidak dalam kapasitas besar. Sementara produksi ini untuk lingkungan terbatas, sekaligus kita ingin melihat bagaimana performance dari bahan bakar alternatif ini pada kendaraan," kata Kepala Balitbangtik, Sofyan Hadi kepada wartawan, Rabu (13/3) di Bengkalis.

Dikatakan, ada dua unit mesin produksi yang beroperasi yaitu di Kecamatan Siak Kecil dan Bantan. Kendala yang muncul keterbatasan SDM yang akan mengelola mesin-mesin produksi, karena untuk tahap awal memang perlu ada tenaga kerja yang dibiayai oleh Pemkab. Sementara di sisi lain, pemkab tidak diperbolehkan lagi untuk mengangkat tenaga kerja honor.

"Sambil jalan nanti akan kita siasati bagaimana mekanisme rekruitmen tenaga kerja ini. Yang pasti peluang pengembangan bahan bakar alternatif ini sangat besar, terlebih dengan kondisi saat ini," paparnya.

Diakui, untuk mengembangkan bahan bakar alternatif dari nipah tidak bisa hanya dikerjakan Balitbangtik, melainkan harus bersama dengan satuan kerja terkait. "Kita mungkin bisa mengerjakan dari sisi penelitiannya, sementara untuk produksi bahan bakunya dikelola satuan kerja lain, misalnya cara mendapatkan nira yang bagus, kemudian pembentukan kelompok-kelompok taninya. Tidak hanya itu, sarana pendukung untuk ke lokasi perkebunan nipah juga harus dibuat. Bisa dikatakan ini sebuah sistem, dan kalau semua sistem sudah berjalan maka saya optimis bahan bakar alternatif ini bisa diproduksi secara massal," tuturnya.

Sebelumnya, bioethanol hasil produksi Balitbangtik ini sudah pernah diujicobakan ke sejumlah kendaraan dinas, termasuk kendaraan dinas Bupati Bengkalis dan Wakil Bupati Bengkalis dan unsur muspida lainnya.

Sementara Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh mengatakan, kapasitas produksi sebesar 200 liter per hari belum memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Kabupaten Bengkalis. Ditargetkan, sambil berjalan kapasitas produksi dari BBA tersebut bisa mencapai 1000 liter perhari dan akan terus dikembangkan seiring dengan kesiapan sistem.

"Berbicara soal kapasitas produksi, maka kita tidak terlepas dari bahan baku yang akan dipergunakan yaitu Nipah. Ini semua harus kita kalkulasikan, berapa yang tersedia untuk mampu mendukung produksi. Kita juga tidak ingin hanya karena ingin mengejar produksi, lantas Nipah yang ada diekspolitasi habis-habisan, karena keseimbangan ekosistem juga harus kita jaga," ujar Herliyan.

Artinya, hal ini merupakan peluang bagi masyarakat yang ada di sepanjang pinggir pantai untuk menanam Nipah. Pemkab akan memafasilitasi hal itu dalam bentuk pembinaan serta mengajarkan teknis mengambil nira dengan teknologi terbaru, juga hasil kajian dari Balitbangtik. "Dengan teknik yang baru ini, maka satu pohon Nipah akan bisa memproduksi nira lebih lama," tukasnya. (adv/hms)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS 2013