pemerintah daerah kabupaten bengkalis
Home    

Bupati Herliyan: 39 Persen Warga Belum Nikmati Listrik
Rabu, 27 Maret 2013 - 18:24:59 WIB

Bupati Herliyan: 39 Persen Warga Belum Nikmati Listrik

BENGKALIS-Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh mengatakan, saat ini masih ada sekitar 39,81 persen masyarakat di Bengkalis yang belum menikmati listrik. Karena itu, bupati berharap, PLN bisa segera membangun jaringan distribusi listrik sampai ke pedesaan yang sampai sekarang belum juga terjangkau listrik.

Harapan itu disampaikan Herliyan Saleh ketika meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpadu di Dusun Teluk Tungku, Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Selasa (27/3) sore. “Kita minta PLN sebagai pemegang otoritas pengelolaan listrik negara membangun jaringan distribusi listrik ke pedesaan yang sampai sekarang belum terjangkau," kata Herliyan.

Dikatakan, ketersediaan listrik atau elektrivikal di Bengkalis sekarang baru terpenuhi 60,19 persen. Artinya masih ada 39,81 persen masyarakat yang belum menikmati listrik. Pemkab Bengkalis terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik sampai desa-desa. Salah satu upaya yang dilakukan, kata Herliyan, membangun jaringan listrik pedesaan yang belum memiliki jaringan.

Sedangkan untuk desa marjinal dan terisolir, pemerintah tetap komitmen membangun listrik pedesaan dengan memanfaatkan energi terbarukan. Program tersebut akan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada, seperti energi tenaga surya. PLTS di Dusun Teluk Tungku ini, kata Herliyan, merupakan momentum bersejarah untuk menjawab persoalan pelayanan listrik masyarakat.

Selama ini masyarakat Dusun Teluk Tungku hanya mengandalkan listrik diesel yang membutuhkan biaya besar. Di satu sisi, masyarakat hanya bisa menikmati listrik dalam waktu terbatas. “Alhamdulillah, setelah peresmian PLTS terpusat yang berkapasitas 15 kilowatt ini, maka 77 rumah masyarakat diterangi layanan listrik selama 14 jam malam hari. Dengan keberadaan PLTS ini merupakan sebuah kemajuan bagi masyarakat Teluk Tungku, karena selama puluhan tahun tidak bisa menikmati listrik secara maksimal bahkan ada sebagian warga yang belum pernah menikmati listrik. Namun kini masyarakat sudah bisa menikmati listrik, walau belum maksimal selama 24 jam,” tukasnya.

Dikatakan, meski hanya menikmati listrik pada malam hari, dirinya yakin kehadiran PLTS terpusat dapat memberikan perubahan berharga bagi masyarakat setempat. Adanya penerangan di rumah pada malam hari, perlahan masyarakat dapat mengoptimalkannya malam hari, seperti untuk kebutuhan anak mengaji dan belajar serta anggota keluarga lainnya dapat melanjutkan pekerjaan yang belum selesai siang hari.

Kebutuhan energi listrik, kata Herliyan, cenderung bertambah seiring meningkatnya populasi manusia. Jika tidak diimbangi dengan pembangunan pembangkit listrik yang baru maka jumlah pembangkit listrik yang ada saat ini akan menjadi kurang pada masa yang akan datang. Dalam jangka panjang, kebutuhan listrik di pulau Rupat semakin besar, apalagi sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2010-2015, pulau Rupat sebagai kawasan pariwisata dan agrobisnis.

“Kita sadar, pembangunan sektor kelistrikan membutuhkan biaya besar. Namun hal itu bukan menjadi kendala utama untuk memajukan sektor kelistrikan di negara ini, khususnya Kabupaten Bengkalis. Mengingat, listrik menjadi kebutuhan primer dalam menopang pembangunan suatu daerah. Untuk itu, kita berharap pihak-pihak terkait mampu membuat terobosan-terobosan dengan penerapan energi terbarukan, sehingga mampu memberikan pelayanan bidang kelistrikan di kabupaten bengkalis,” ujar Herliyan. (adv/hms)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS © 2013