pemerintah daerah kabupaten bengkalis
Home    

Wabup Minta Masyarakat Atur Jarak Kelahiran Anak
Selasa, 23 April 2013 - 09:20:42 WIB

Wabup Minta Masyarakat Atur Jarak Kelahiran Anak

BENGKALIS-Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno meminta kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk mengatur jarak kelahiran anaknya. Dengan cara itu, akan memperkecil resiko angka kematian ibu.

Hal itu disampaikan Suayatno ketika memberikan arahan dalam kegiatan pencanangan bulan bakti IBI-KB Kesehatan tingkat Kabupaten Bengkalis di Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Senin (22/4).

“Untuk mengurangi resiko angka kematian ibu, saya minta agar masyarakat merencanakan dan mengatur jarak kelahiran anak. salah satu solusinya, melalui program keluarga berencana (KB), karena dengan ber-KB, pasangan usia subur (PUS) bisa memilih menunda, menjarangkan atau membatasi jumlah kelahiran,”  ujarnya.   

Disamping itu, melalui program KB memberikan perlindungan kesehatan reproduksi, perlindungan hak ibu dan anak serta menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Apalagi secara nasional AKI masih relatif tinggi dimana angka kematian ibu masih berkisar 128 per 100.000 kelahiran hidup.

Sedangkan data angka kematian ibu di Kabupaten Bengkalis yang dilaporkan dan tercatat pada tahun 2011 mencapai 13 jiwa. Kemudian pada tahun 2012 naik menjadi 18 jiwa. “Sebagaimana diketahui, target milenium development goal’s (mdg’s) tahun 2015, bahwa angka kematian ibu sebesar 110 per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB) 19 per 1.000 kelahiran dan angka kematian balita (akbal) 32 per 1.000 kelahiran,” ujarnya.

Untuk bisa mencapai target mdg’s, Suayatno mengatakan, tentunya butuh perhatian serius bagi semua pihak untuk berupaya menekan jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bengkalis, salah satunya dengan meningkatkan peran posyandu dan penyuluhan-penyuluhan kesehatan.

Suayatno juga memberikan apresiasi dengan tingkat pencapaian peserta KB pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Bengkalis sampai bulan maret 2013 sebanyak 61.223 jiwa. Ini artinya jumlah peserta KB pasangan usia subur naik sekitar 4 persen yakni sebanyak 2.341 peserta. “Mudah-mudahan hingga akhir desember pencapaian peserta KB baru terus meningkat,” katanya.

Atas peningkatan jumlah peserta KB pada tahun 2013 ini, Suayatno berharap jangan cepat puas, tapi hendaknya semua pihak harus bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran ber-KB. “Karena keberhasilan program KB-Kes akan memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga sekaligus mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas,” paparnya. (adv/hms)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS 2013