pemerintah daerah kabupaten bengkalis
Home    

Satu PDP Covid-19 di Bengkalis Riau Meninggal, Hasil Rapid Test Positif
Kamis, 09 April 2020 - 09:42:19 WIB

Satu PDP Covid-19 di Bengkalis Riau Meninggal, Hasil Rapid Test Positif

BENGKALIS-Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (9/4/2020) siang meninggal dunia. PDP tersebut diketahui berinisial NZ (69) dan sempat dirawat di RSUD Bengkalis selama satu malam.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr Ersan Saputra mengatakan, PDP meninggal dunia awalnya masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB. Pasien masuk ke IGD dengan gejala sesak napas disertai batuk, setelah dilakukan pemeriksaan dan proses rontgen pasien diduga TBC.

"Selasa malam, pukul 21.00 WIB masuk pasien ke IGD RSUD Bengkalis. Pasien masuk dengan keluhan sesak napas disertai batuk. Petugas melakukan pemeriksaan pasien, setelahnya dilakukan rontgen dan memang mengalami batuk bercampur darah. Dari hasil rontgen diduga TBC. Pasien langsung dilakukan isolasi TBC," ujar Plt Direktur RSUD Bengkalis tersebut.

Menurut Ersan, Rabu pagi petugas kesehatan RSUD Bengkalis melakukan rapid test dan pengambilan swab. Hasil rapid tes menunjukkan pasien diduga positif. Namun sekitar pukul 12.45 WIB, pasien mengalami sesak napas, kesadaran menurun dan meninggal dunia.

Sempat dilakukan perawatan dan terapi terhadap pasien. "Meskipun hasil rapid tes positif, kita lihat itu hanya hasil screening, bukan hasil final, harus di konfirmasi dahulu dengan uji swabnya," ujar Ersan.

Meskipun sudah meninggal dunia, hasil swab tetap dilanjutkan ke provinsi untuk di kirim ke pusat untuk dilakukan uji labor. "Sudah kita kirim ke Provinsi tinggal menunggu hasilnya saja lagi," terangnya.

Ditambahkan, pemakaman PDP dilakukan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid 19. Petugas menggunakan APD lengkap, termasuk pihak keluarga yang membantu proses pemakaman. "Pemakaman kita lakukan sesuai protokol kesehatan. Alhamdulillah berjalan lancar," katanya.

Menurut Ersan, keluarga pasien dan pihak desa sangat kooperatif mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang dihimbau. Sehingga membantu proses pemakaman yang dilakukan Rabu sore.

Ersan menghimbau masyarakat tidak panik pasca meninggalnya pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasil rapid test diduga positif virus corona. Rapid test bukanlah hasil final untuk mengetahui pasien positif virus corona atau tidak.

Pihaknya masih menunggu hasil swab untuk benar benar memastikan itu. Kendati demikian, langkah langkah tetap dilakukan petugas kesehatan dan tim gugus seperti melakukan karantina dan pemantauan ketat terhadap pasien dan orang yang kontak dengan pasien.

"Kita sudah lakukan tracing dan akan dilakukan rapid tes terhadap keluarga dan yang kontak dengan Almarhum serta dilakukan pemantauan ketat. Jangan gara gara rapid tes timbulkan kepanikan, sama sama kita tunggu hasilnya swabnya," terangnya.

Ersan berharap, masyarakat tetap mengikuti anjuran Pemerintah. Jaga jarak dan gunakan masker. "Mudah-mudahan ini bisa kita dapatkan mata rantainya sehingga bisa lebih waspada," tukasnya. (*)

 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.bengkaliskab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS 2013