Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Intensitas Kebakaran Lahan dan Kabut Asap Berkurang

Selasa, 23 April 2013


BANGKALIS-Kebakaran lahan di Kabupaten Bengkalis mulai berkurang, setelah hujan melanda sejumlah wilayah. Seiring menurunkan intensitas kebakaran lahan juga berpengaruh terhadap berkurangnya kabut asap yang sebelumnya menutupi sejumlah wilayah Bengkalis. Namun demikian, kebakaran hutan dan lahan masih tetap berpotensi.

"Sejak hujan turun, Minggu (21/4) lalu kebakaran lahan yang sebelumnya sempat meluas dan kabut asap yang tebal, sekarang sudah jauh berkurang. Namun bukan berarti ancaman kebakaran hutan dan lahan sudah aman. Masyarakat peladang dan perusahaan swasta diminta untuk tetap waspada dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan," imbau Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran Bengkalis, Jaafar Arif, Selasa (23/4) di Bengkalis.

BPBD Damkar masih tetap mensiagakan personilnya di lapangan, meski sekarang titik api akibat kebakaran hutan dan lahan telah berkurang. Disamping itu, sejumlah lokasi yang dianggap rentan kebakaran terus dipantau, termasuk mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di sembarang tempat.

Dikatakan, ancaman kebakaran masih tetap mengintai. Apalagi sekarang musim pancaroba atau masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang sebenarnya intensitas hujan yang turun juga tidak terlalu tinggi.

"Kebakaran hutan dan lahan terjadi, selain karena kesalahan manusia juga karena faktor alam. Namun faktor manusia lebih mendominasi, sehingga hampir 500 hektare lahan perkebunan sawit, semak belukar dan hutan tanaman industri juga telah terbakar," papar Jaafar.

Sampai kemarin, kata Jaafar, tidak ada lagi terlihat titik api aktif. Tetapi sewaktu-waktu, kebakaran bisa muncul dalam skala besar. Karena ulah manusia dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utamanya, apalagi lahan yang terbakar kemarin adalah lahan gambut yang kelihatannya sudah padam tapi dibagian dalam masih ada bara api. (dal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus