Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

12 Perusahaan Tandatangani MoU Ketenaga Kerjaan

Kamis, 25 April 2013


DUMAI-Sebanyak 12 Perusahaan yang beroperasi di Kota Dumai, Kamis (25/4) menandatangani nota kesepahaman atau MoU ketenaga kerjaan. MoU yang ditandatangani tersebut akan dijadikan sebagai alat kontrol pemerintah terhadap kepatuhan perusahaan dalam menjalankan UU ketenaga kerjaan.

“MoU yang ditandatangani dan disepakati bersama antara pemerintah dan perusahaan akan dijadikan sebagai alat kontrol pemerintah dalam melihat kepatuhan perusahaan terhadap UU Ketenaga kerjaan. Karena itu, masing-masing perusahaan diminta mematuhi kesepakatan yang tertulis dalam MoU,” kata Walikota Dumai, Khairul Anwar usai melakukan penandatanganan MoU di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Di sisi lain, Khairul menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Disnakertrans Dumai yang berinisiatif membuat MoU tersebut. Sehingga ke depan, kesejahteraan dan kondisi tenaga kerja di Dumai akan lebih baik. “Saya menyambut baik penandatanganan MoU Ketenaga kerjaan yang dimotori Disnakertrans Dumai. Saya berharap, MoU selain meningkatkan kesejahteraan pekerja juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran di Dumai,” harapnya.

Pada kesempatan, Walikota juga mengajak semua perusahaan untuk mematuhi Perda 10 tahun 2004 tentang kuota penempatan tenaga kerja lokal. Dalam perda itu tercantum, presentase serapan tenaga kerja melalui rumus 70/30. Artinya, pemerintah menekan alokasi 70 persen tenaga kerja direkrut dari potensi lokal dan sisanya didatangkan dari daerah lain.

Walikota berharap, perusahaan bisa patuh dan taat kepada UU 13 tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan dan perda 10 tahun 2004 tentang kuota penempatan tenaga kerja lokal dalam upaya menekan angka pengangguran di Dumai.

Sementara Kepala Disnakertrans, Amiruddin mengatakan, sebelum dilaksanaknnya penandatanganan MoU, Disnaker telah melakukan monitoring ke berbagai perusahaan yang beroperasi di Dumai. Ada sekitar 28 perusahaan yang dikunjungi untuk mengumpulkan data dan fakta terhadap implementasi UU 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan dan Perda 10/2004 tentang presentase pemanfaatan tenaga kerja lokal.

Menurut Amiruddin, penandatanganan MoU sebagai kontrol Pemerintah terhadap kepatuhan perusahaan terhadap perda 10 tahun 2004 dan UU 13 tahun 2003. "Dalam MoU disepakati, perusahaan akan memanfaatkan tenaga kerja lokal dengan perbandingan 70/30. Selain itu, dalam MoU juga disebutkan perusahaan memiliki kewajiban melaporkan kebutuhan tenaga kerja kepada Disnaker disamping melaporkan tenaga kerja yang ada, terakhir perusahaan diminta melibatkan Disnaker dalam merekrut tenaga kerja baru,” tukasnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, Amiruddin berharap, perusahaan tertib dalam melaporkan jumlah dan kebutuhan tenaga kerja sehingga Disnaker memiliki data yang falid, untuk dijadikan pegangan Disnaker dalam memantau kebutuhan dan serapan tenaga kerja.

Amiruddin menyebutkan, angka pencari kerja hingga April 2013 sekitar 3.500 orang. Tentunya diharapkan melalui penandatanganan MoU tersebut akan dapat memberikan angin segar bagi kita semua terutama bagi pencari kerja karna melalui MoU perusahaan bertekad memanfaatkan tenaga kerja lokal, sesuai perda dimaksud. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus