Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

1.385 Titik Jalan Rusak di Kota Pekanbaru, Walikota Akui Belum Optimalnya Penanganan

Selasa, 11 Juni 2019

Salah seorang warga memancing di jalan berlobang. (Foto:Instagram/@infopku)

PEKANBARU-Sekitar 1.385 titik jalan rusak di Kota Pekanbaru, Riau. Jalan rusak dan berlubang tersebut menyebar di seluruh kecamatan dengan jumlah terbanyak berada di kecamatan Payung Sekaki yang mencapai 282 titik. 

Walikota Pekanbaru DR Firdaus MT tidak menampik, penanganan terhadap ruas jalan rusak di Kota Pekanbaru masih belum optimal. Menurutnya, sejumlah ruas jalan sudah harus ada peningkatan kualitas jalan. "Ada jalan yang butuh peningkatan pelapisan atau overlay. Sebab kerusakannya cukup parah," terangnya, Senin (10/6/2019).

Firdaus mengaku, sudah berulang kali mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru untuk membenahi ruas jalan yang rusak. Namun, sejumlah ruas jalan butuh penanganan khusus. "Jadi jalan yang mungkin butuh perawatan, ya perawatan saja. Tapi yang butuh penanganan lebih tentu dibenahi secara bertahap," ulasnya.

Firdaus menyebut, tidak semua ruas jalan di Kota Pekanbaru jadi kewenangan pemerintah kota untuk memperbaikinya. Ada sejumlah ruas jalan yang kewenangan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat. "Jadi kita bakal koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, untuk memperbaikinya," tuturnya.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru juga tidak menampik kondisi sejumlah ruas jalan masih rusak. Mereka mengaku petugas sudah melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan.

Proses perbaikan ruas jalan yang rusak sudah dilakukan secara bertahap. Satu titik ruas jalan rusak yang jadi perhatian adalah Jalan Dharma Bakti. Kondisi di sejumlah ruas jalan tersebut masih rusak dan berlubang. 

Ada di antaranya sudah ditambal material. "Masih ada yang rusak, tapi untuk sementara kita timbun dengan material untuk sementara," kata Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution.

Menurutnya, jalan tersebut masuk dalam proyek overlay atau pelapisan pada tahun ini. Nilai pagu proyek overlay hotmix jalan itu mencapai Rp1,5 miliar. Dokumen lelang jalan ini masuk ULP hari ini untuk lelang paket.

Indra memperkirakan akhir bulan sudah terpilih pemenangnya. "Maka pada awal Juli 2019 proyek overlay sudah dimulai," paparnya.

Indra menyebut, kondisi sejumlah ruas Jalan Dharma Bakti rusak karena drainase di kawasan itu tidak berfungsi dengan baik. Dia mengimbau agar pemilik ruko membuka drainase yang tertutup secara permanen. Kondisi ini menyulitkan petugas dari dinas membersihkan drainase itu.

Mereka tidak cuma membuka penutup drainase. Dinas bakal melakulan normalisasi terhadap anak Sungai Air Hitam. "Drainase ini kita bersihkan serta lakukan normalisasi sungai yang ada di dekatnya," tukasnya. (*)




 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus