Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

2 Anggota Satpol PP Pengguna Narkoba Terancam Dipecat

Jumat, 26 April 2013


PEKANBARU-Walikota Pekanbaru segera memberhentikan tidak hormat dua orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang terlibat memakai narkoba. Kedua anggota Satpol PP tersebut sekarang masih berstatus sebagai pegawai kontrak.

Walikota, Firdaus MT mengaku sudah memperoleh laporan langsung dari Kepala Satpol PP Pekanbaru, Baharudin terkait hasil tes Badan Narkotika Nasional Pekanbaru yang dilakukan beberapa waktu lalu. "Pemerintah tidak akan mentolerir pegawai yang terbukti menggunakan narkoba. Sebab imbauan untuk menjauhi narkoba sudah disampaikan berulang-ulang," kata Firdaus kepada wartawan, Jumat (26/4) di Pekanbaru.

Firdaus yakin, sanksi pemecatan merupakan keputusan yang tepat. Karena keduanya telah memberikan contoh yang tidak baik sebagai aparat yang bertugas menegakkan aturan. "Pemecatan merupakan sanksi yang tepat untuk mereka," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (11/4) lalu, Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru melakukan tes urine terhadap 200 anggota satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru. Tes urine dimaksudkan untuk memastikan agar tidak ada pegawai Satpol PP yang menggunakan narkoba.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, Sukito mengatakan, tes urine yang dilakukan BNN terhadap anggota Satpol PP merupakan bentuk keterbukaan instansi dalam upaya memerangi obat-obatan terlarang atau narkoba. "Jika instansinya telah menyatakan diri dan mau untuk diperiksa, tentu nantinya akan menjadi contoh dan panutan masyarakat untuk jauh dari narkoba. Ini sangat baik untuk ditiru," ujar Sukito usai melakukan tes.

Dikatakan, untuk tahap awal pihaknya hanya melakukan tes urine khusus bagi anggota baru yang direkrut awal tahun 2013 dan berstatus sebagai pegawai kontrak. "Setelah sampel setiap anggota kita peroleh, akan diuji ke laboratorium. Setelah itu baru diberikan hasilnya ke pihak Satpol PP," papar Sukito.

Disinggung tentang tindakan yang akan diambil bila ada anggota Satpol PP positif menggunakan narkoba, menurut Sukito, pihaknya melakukan tes urine bukan untuk menjatuhkan seseorang. Sehingga hasilnya bukan untuk konsumsi publik. "Jika ada anggota yang positif menggunakan narkoba, kita akan cari tau penyebabnya. Kenapa menggunakan dan dari mana dapatnya. Jika ketergantungan akan dilakukan rehabilitasi," tukasnya. (ria/den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus