Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

237.328 Masyarakat Kota Padang Masih Miskin, Tahun 2017 Meningkat 2.842 Jiwa

Jumat, 05 Januari 2018

Kawasan pemukiman kumuh di Kota Padang. (Foto:Haluan)

PADANG-Basis Data Terpadu (BDT) Rapat Kordinasi Nasional tahun 2017 mengungkapkan, dari 914.908 penduduk Kota Padang, Sumatera Barat, sebanyak 237.328 penduduk masih berada dalam garis kemiskinan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya 234.486 jiwa atau naik sebesar 2.842 jiwa. 

Ternyata, program pembangunan yang dilakukan Pemko Padang belum mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat. Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul melalui Staf Data Kemiskinan Frinda Lusia menyebut, data tersebut diperoleh dari kementerian.

Dirincikan, data tersebut diperoleh berdasarkan Keputusan Menteri Sosial  (Kepmensos) Nomor 146 tahun 2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. Setidaknya, ada 11 indikator orang dikatakan fakir miskin dan tidak mampu. “Salah satunya, tidak mempunyai sumber mata pencarian  atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Frida, Rabu lalu.

Berdasarkan data tersebut, dari 237.328 jiwa penduduk miskin, ternyata Kecamatan Koto Tangah paling banyak dihuni masyarakat miskin dengan jumlah 47.831 jiwa. Kemudian, Kecamatan Kuranji 37.103 jiwa disusul dengan Kecamatan Lubuk Begalung 28.204 jiwa.

Disebutkan, masyarakat miskin tersebut telah diberikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp110.000 setiap bulan. Selain itu diberikan juga program perlindungan sosial (PKH) dan penerima bantuan iuaran jaminan kesehatan nasional (PBI-JKN). “Rp110.000 tersebut diberikan dalam bentuk beras, minyak dan sembako lain. Bukan dalam bentuk uang,” ulas Frinda.

Tahun ini, bantuan yang akan diberikan untuk masyarakat miskin masih akan sama seperti tahun 2017. “Sebenarnya banyak bantuan yang diberikan untuk membantu masyarakat miskin. Tinggal bagaimana mereka bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk modal usaha,” katanya.

Terhadap kondisi tersebut, Guru Besar Sosiologi Universitas Andalas Afrizal mengatakan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan Pemko Padang untuk pengentasan kemiskinan. Pertama, perlu diteliti karakteristik sosial ekonomi rumah tangga yang masih tergolong miskin. Kemudian, perlu ditelaah kondisi sosial ekonomi spesifik mereka untuk menemukan penyebab kemiskinannya. 

Ketiga, perlu pula diketahui dampak program pengentasan kemiskinan yang dilakukan langsung kepadanya. “Setelah diketahui baru dapat dirumuskan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Padang,” kata Afrizal. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus