Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

26 Jemaat Keracunan, Dinas Kesehatan Tunggu Hasil Labor

Selasa, 23 April 2013


DUMAI-Sebanyak 26 jemaat gereja Bethani Jalan Dock Yard, Kecamatan Dumai Barat, Minggu (21/4) muntah-muntah usai makan bersama. Diduga, mereka keracunan makanan dan langsung dibawa ke tiga Rumah Sakit di Kota Dumai untuk memperoleh pertolongan.

Saat ini, kondisi mereka sudah membaik dan sebagian telah pulang ke rumah masing-masing. Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah, dr Merry kepada wartawan mengatakan, sebanyak 26 orang jemaat terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit. Dari 26 korban, sebanyak 24 orang di antaranya sekarang telah pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan dua orang lainnya harus dirawat di Ruang Irna A dan C selama satu hari.

“Dua orang yang dirawat intensif adalah seorang ibu berusia 24 tahun dan anaknya yang baru berusia satu tahun. Namun keduanya, siang tadi sudah pulang ke rumah setelah kondisinya membaik,” papar Merry, Selasa (23/4) di Dumai.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Marjoko Santoso membenarkan tentang kejadian keracunan makanan yang melanda puluhan jemaat gereja Bethani. "Mereka diduga keracunan dari mie goreng yang dikonsumsi para jemaat gereja. Saat kejadia, mereka langsung dilarikan ketiga rumah sakit sekaligus, di antaranya Rumah Sakit Pertamina, Rumah Sakit Polisi dan Rumah Sakit Umum Daerah,” katanya.

Info yang diterimanya, para jemaat ini keracunan makanan saat menyantab makanan yang disediakan pihak gereja. Sementara pihak gereja membeli makanan tersebut pada salah satu tempat langganannya di bilangan Jalan Sudirman.

Namun untuk tindakan lebih lanjut, Dinas Kesehatan telah mengirimkan sampel makanan ke Provinsi Riau dan sedang diuji laboratarium dari makanan yang menyebabkan puluhan masyarakat tersebut muntah–muntah. "Untuk saat ini, kita masih menunggu hasil labor. Selain itu tindakan lanjut Dinas Kesehatan Kota Dumai atas kejadian tersebut, meminta panitia acara untuk lebih proaktif dalam pengecekan makanan-makanan yang ada di rumah makan melalui tim TP2N yang biasanya melakukan pengecekan dua kali setahun,” tukasnya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus