Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

4 Mahasiswa Diamankan, Gubri Berjanji Lunasi Hutang PON

Jumat, 11 Januari 2013


PEKANBARU-Gubernur Riau, HM Rusli Zainal kembali bersaksi atas terdakwa kasus suap PON senilai Rp900 juta, Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (10/1). Sidang mendengarkan kesaksian orang nomor satu di Riau ini sempat diwarnai kericuhan, ketika dua pengunjung sidang membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamat Datang Bapak Koruptor' tepat di belakang Rusli Zainal yang kemudian dilihat ketua majelis hakim, Isnurul S Arif.

Spanduk tersebut dibentangkan di kursi paling depan. Melihat spanduk terbentang, Isnurul memerintahkan petugas dari satuan Brimob Polda Riau untuk mengamankan kedua orang yang diduga anggota BEM dari Universitas Riau tersebut. "Tolong petugas diamankan dua orang itu," kata Isnurul. Mendengar perintah itu, petugas keamanan dengan sigap menyeret keduanya dan langsung mengamankannya.

Spanduk tersebut tak hanya menyita perhatian pengunjung sidang. Rusli Zainal yang sedang bersaksi sempat kebingungan dan melihat ke belakang. Tak ayal, peristiwa ini membuat Rusli kaget dan sempat termenung. Ketika kedua orang ini diamankan, kemudian dua orang temannya yang menunggu di luar mencoba untuk melindungi. Namun karena petugas lebih banyak, maka keduanya tak berdaya menahan. "BEM Universitas Riau masih hidup. Tak pernah mati," kata salah seorang mahasiswa yang digiring ke ruangan PN Pekanbaru.

Joko Pranoto, salah seorang anggota BEM UR yang digiring petugas mengatakan, spanduk itu sengaja dibentangkan untuk memberikan sanksi sosial kepada Rusli Zainal yang diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi PON Riau. "Sanksi pidana saja tidak cukup karena kami menilai Rusli Zainal terlibat dalam kasus korupsi PON Riau," kata Joko.

Diinterogasi beberapa menit, keempatnya langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Menurut salah seorang petugas, keempatnya ditahan karena dianggap telah menggangu jalannya persidangan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, empat mahasiswa UR diketahui benama, Yopi Pranoto (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan UR), Zulfa Hendri (FKIP UR), Fadli (Fakultas FKIP UR) dan M. Aditya (Fakultas Pertanian UR). Setelah situasi cukup kondusif, Rusli Zainal kembali melanjutkan keaksiannya.

Akan Melunasinya

Dijelaskan, utang Pemerintahan Provinsi Riau kepada PT Pembangunan Perumahan, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya senilai Rp200 miliar terus diupayakan untuk membayarnya. "Semua langkah sudah diupayakan. Saya berjanji akan segera melunasi hutang tersebut," kata Rusli kepada hakim.

Selain itu, Rusli juga menjelaskan mengenai seluk-beluk pelaksanaan PON di Riau. Menurutnya, penunjukkan Riau sebagai tuan rumah PON terjadi tahun 2006, setelah bersaing dengan tiga  provinsi lainnya. Selama proses persiapan hingga pelaksanaan, pemprov menyediakan anggaran Rp1,7 triliun. Dalam aturannya, PON juga dibantu pusat. "Inikan even nasional. Dan pusat harus membantu," tukasnya.

Sayangnya, pusat hanya membantu Rp150 miliar. Seharunya, jelas Rusli, pusat membantu Rp750 miliar. "Tapi in tidak terealisai. namun begitu, PON tetap berjalan," ujarnya. (btr/syu)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus