Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

40 Tahun Toyota Kijang, Membangun Basis Produksi dan Andalan Ekspor

Jumat, 09 Juni 2017

Pabrikan Toyota Kijang Innova. (Foto:Okezone)

PEKANBARU-PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mulai memproduksi Toyota Kijang di Pabrik Sunter 1 di kawasan Jakarta Utara sampai tahun 2004. Sejalan dengan bertambahnya antusias konsumen domestik dan dimulainya ekspor Kijang dalam jumlah besar, produksi kemudian dialihkan ke pabrik terintegrasi TMMIN di Karawang Plant 1, Karawang Barat sampai sekarang.
 
Kijang merupakan implementasi dari keinginan kuat Toyota Indonesia, untuk mendukung program Pemerintah Indonesia memiliki basis produksi otomotif yang kuat. Ini ditunjukkan dengan keputusan pemerintah mengenai keharusan industri otomotif di Indonesia, untuk menggunakan komponen buatan dalam negeri dan kandungan lokal dalam jumlah tertentu.
 
Toyota Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kandungan lokal Kijang dari generasi ke generasi yang berarti menambah jumlah pemasok lokal yang terlibat dalam produksi. Kandungan lokal mobil yang di awal kemunculannya terkenal dengan julukan “Memang Tiada Duanya” ini bergerak dari 19 persen pada Kijang generasi pertama menjadi 30 persen pada generasi kedua.

Keseriusan untuk meningkatan kandungan lokal terus ditunjukan dengan penambahan rasio lokalisasi Kijang menjadi 40 persen pada generasi ketiga, lalu berturut-turut menjadi 53 persen dan 75 persen pada generasi keempat dan kelima, hingga generasi terkini di angka 85 persen. Sementara jumlah pemasok lokal meroket dari 8 perusahaan menjadi 139 perusahaan. Tentunya ini juga berdampak pada semakin besarnya substitusi impor serta tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi Kijang.
 
Pengembangan Kijang dari generasi ke generasi merupakan cerminan perkembangan cita-rasa serta sosial dan ekonomi konsumen Indonesia. Pada tahun 1977, Kijang generasi 1 yang berbentuk kotak dengan dempulan dan sambungan las di sana sini sudah cukup untuk memenuhi tuntutan saat itu, kendaraan niaga dengan harga terjangkau. Tuntunan ini lalu bergerak menjadi generasi Kijang dengan full press body tanpa dempul, hingga kini menjadi Kijang innova dengan fitur kenyamanan dan keamanan lengkap yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. 

Di sisi lain, kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi manufaktur di pabrik-pabrik Toyota Indonesia juga meningkat pesat seiring dengan tuntuan konsumen Kijang baik di pasar domestik maupun global.
 
“Kijang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan industri otomotif dan potret perkembangan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Metamorfosa Kijang dari bentuk yang sangat sederhana tahun 70-an menjadi kendaraan berkualitas global seperti sekarang menjadi cerminan, bahwa kondisi sosial ekonomi dan kapabilitas industri tanah air meningkat pesat selama 40 tahun terakhir,”  kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono melalui keterangan tertulis yang diterima fokusriau.com, Jumat (9/6/2017) di Pekanbaru. 

Dikatakan, harus diakui Kijang adalah pionir dan tulang punggung serta model yang membuka jalan bagi model-model Toyota lainnya untuk bisa diproduksi secara lokal. Setelah 10 tahun sejak kemunculannya, berhasil menjadi pilihan konsumen Indonesia. Lebih dari 50 unit Kijang Generasi 3 buatan anak bangsa dikapalkan pertama-kalinya ke pasar global: Brunei Darussalam, Papua New Guinea, dan beberapa negara di kepulauan Pasifik seperti Fiji, Vanuatu dan Solomon. 

Saat itu, tepatnya tahun 1987 unit-unit Kijang diangkut menggunakan metode tradisional, seperti jaring tali dan rantai untuk dinaikan ke kapal laut serta harus berbagi pelabuhan sandar di Tanjung Priok dengan komoditas ekspor-impor lain termasuk hewan ternak seperti sapi.
 
Ekspor Kijang dengan volume rata-rata 50 unit per bulan sampai 2013 meningkat signifikan ketika ekspor Kijang Generasi 5 atau lebih dikenal dengan nama Kijang Innova. Ini kemudian memberi peluang bagi Toyota Indonesia untuk memiliki akses yang lebih luas ke pasar manca negara.

Sekarang, 30 tahun sejak ekspor perdana, volume dan negara tujuan ekspor Kijang Innova melonjak sampai kisaran 1,400 unit per bulan ditujukan ke 29 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania dan Timur Tengah. Kijang Innova dikapalkan melalui terminal khusus kendaraan utuh di Pelabuhan Tanjung Priok yang dilengkapi dengan fasilitas fisik dan non-fisik modern guna menjamin kendali mutu Kijang Innova dan produk-produk ekspor lainnya.
 
“Toyota Indonesia kini telah menjadi salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia-Pasifik. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kami berupaya keras meningkatkan kinerja dan kapabilitas. Sehingga Toyota Indonesia mampu menjawab tuntutan konsumen Indonesia dan mancanegara serta tuntutan perkembangan teknologi otomotif dan tantangan masa datang sekaligus secara berkesinambungan memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Warih. (adi fadhilahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus