Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

6 Kejahatan Menonjol di Kepri Sepanjang 2017, Salah Satunya Penangkapan Sabu 1 Ton

Kamis, 04 Januari 2018

Kapolda Irjen Pol Didid Widjinardi didampingi Kabid Humas. (Foto: Istimewa)

BATAM-Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Didid Widjanardi mengungkapkan, sedikitnya ada 6 kasus kejahatan menonjol sepanjang tahun 2017 yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di wilayah hukum PoldaKepulauan Riau (Kepri). Salah satunya penangkapan oleh Tipidkor Polda Kepri terhadap tersangka S dan Dirut BUMD Tanjung Pinang.

"Penangkapan oleh Tipikor Polda Kepri terhadap tersangka S dan Dirut BUMD Tanjung Pinang yang terjaring OTT di Pasar Bintan Center Batu IX, Tanjungpinang, Jumat  tanggal 17 Februari 2017," kata Irjen Didid dalam refleksi akhir tahun Polda Kepri.

Dalam jumpa pers yang didampingi Wakapolda Polda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah, Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Heru Pranoto, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga dan sejumlah pejabat utama Polda Kepri, di Mapolda Kepri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, belum lama ini, Kapolda mengungkapkan kejahatan menonjol lainnya di 2017 yaitu kasus penculikan terhadap seorang warga negara asing (WNA) berinisial LL dengan tersangka 4 orang pelaku, yaitu D, KMS, C dan H. 

"Penangkapan di daerah Batuaji, Kota Batam, pada Minggu, 19 Maret 2017. Berikutnya, pada hari Minggu, 17 Juni 2017 di pelabuhan Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, tim gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Depok, Bea Cukai, Investigation Biro (CIB) dan Tim Jatanras
Lantamal IV Tanjungpinang menyergap kapal Wanderlust yang membantu sindikat penyelundupan sabu 1 ton senilah Rp1,5 triliun," jelasnya.

Kapolda juga menyebutkan, kejadian menonjol lainnya yakni penangkapan terduga teroris pada Kamis, 20 Juli 2017 di Polsek Belakang Padang. "Pada hari Minggu, 17 September 2017 di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Bintan, telah disita 12 ton bahan pembuat PCC dan obat lainnya dalam dua unit truk. Berdasarkan hasil uji labfor didapati kandungan psikotropika di dalam obat-obatan tersebut," ungkap Kapolda lagi.

Terakhir, sambung Didid, pada Selasa, 25 Juli 2017, di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang pihaknya telah memeriksa sebanyak 61 saksi dari pengelompokan instansi pemerintah dan perusahaan yang terkait dugaan korupsi dana APBN program integrasi sistem akademik di perguruan tinggi negeri tersebut.(r/indra h piliang)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus