Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Ada Tiga Faktor Penyebab Perceraian di Pekanbaru Meningkat, Yuk Cari Tau...

Senin, 28 Mei 2018

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Angka perceraian di Pekanbaru, Riau tahun 2018 diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dari tingginya jumlah permohonan perceraian pasangan suami istri saat ini.

Panitera Muda Pengadilan Agama Pekanbaru Fakhriadi mengatakan, sampai Mei saja sudah masuk 809 permohonan cerai ke pengadilan agama. Tahun 2017, angka perceraian mencapai 1.886 kasus. Fakhriadi menyebut, masih ada tujuh bulan tersisa dimana kemungkinan besar daftar permohonan perceraian akan terus bertambah.

Fakhriadi mengatakan, selama Ramadan pihaknya telah menerima 28 gugatan perceraian yang terdiri atas cerai gugat dan cerai talak dan harta bersama. Dari hasil survei pelaporan yang diterima Pengadilan Agama Pekanbaru, ada tiga faktor dominan gugatan tersebut, seperti tekanan ekonomi, ketidakcocokan dengan pasangan, pihak ketiga dan kekerasan dalam rumah tangga.

Namun dari sekian banyak permohonan perceraian, faktor utama yang menjadi penyebab pasangan tersebut bercerai adalah tekanan ekonomi. "Faktor ketidakcukupan dalam hal ekonomi menjadi penyebab utamanya. Bahkan dua pertiga laporan tersebut ialah akibat masalah ekonomi," imbuhnya.

Lebih dari setengah laporan yang diterima pihaknya dilatar belakangani masalah tekanan ekonomi. Selain itu gugatan tersebut didominasi oleh pihak perempuan yang menyebutkan bahwa nafkah materi yang diberikan suami tidak mencukupi.

Faktor lain penyebab tingginya permohonan perceraian ialah akibat adanya pihak ketiga atau yang saat ini kerap disebut dengan istilah pelakor. Untuk faktor yang satu ini, menurut Fakhriadi, mulai marak terjadi dalam beberapa tahun belakangan saja. Kendati isu pelakor memang telah ada sejak dulu, namun menurutnya hal ini baru marak beberapa tahun belakangan.

"Kalau dulu isu pelakor paling sebagai pelengkap dalam laporan saja. Tapi sekarang pelakor sudah menjadi penyebab utama dalam masalah keretakan rumah tangga masyarakat," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus