Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

ADD 41 Desa di Inhu Minggu Ini Cair

Jumat, 20 Juli 2012


RENGAT-Sebanyak 41 desa di Kabupaten Inhu, minggu ini sudah bisa memperoleh alokasi dana desa (ADD) dengan nilai mencapai Rp 1 miliar lebih. Sementara untuk 60 desa lainnya yang telah memenuhi persyaratan, masih harus menunggu karena baru diajukan ke Bagian Keuangan Setda Inhu.

"Pencairan dana ADD memang sedikit lambat, karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap ketika diajukan pihak desa penerima dana ADD," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Inhu, Suratman, Rabu (18/7).

Pengajuan permohonan pencairan dana ADD, harus dilengkapi dengan berbagai surat keputusan seperti untuk tenaga fasilitator, LPM dan lainnya. Sebab ADD yang akan diterima desa, 30 persen untuk operasional Pemerintahan Desa dan 70 persen untuk belanja pemeliharaan yang perlu dimusyawarahkan ditingkat desa.

"ADD tidak bisa digunakan sendiri oleh kepala desa. Karena rencana belanja desa harus melalui hasil musyawarah atau melalui aspirasi warga. Selain itu, ADD akan ditransfer melalui rekening desa atas tanda tangan Kades, Sekdes dan bendahara desa. Dana tersebut harus digunakan untuk menunjang pembangunan seperti jalan penghubung dan lain sebagainya," paparnya.

Sejauh ini, desa terendah yang belum mengajukan usulan pencairan dana ADD adalah Kecamatan Rakit Kulim, Lubuk Batu Jaya dan Batang Peranap. Sedangkan jumlah desa yang belum mengajukan pencairan ADD sebanyak 67 desa. Untuk desa yang paling banyak menerima ADD tahun ini adalah Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap dengan nilai Rp 200 juta. Sedangkan desa terkecil menerima ADD adalah Desa Lambang Sari IV, Kecamatan Lirik dengan nilai sekitar Rp80 juta.

"Desa Lambang Sari IV terendah menerima ADD, karena jumlah Kepala Keluarga di sana masih sedikit," ujarnya. Untuk itu, kepada desa yang belum mengajukan pencairan ADD agar segera menyampaikan persyaratannya ke Bapemas Pemdes Kabupaten Inhu. Sehingga penggunaan dana ADD sebesar 70 persen untuk belanja pemeliharaan yang dibutuhkan masyarakat sesuai aspirasi dapat terealisasi tepat waktu. (isc)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus