Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Agus: HIV dan AIDS Harus Dicegah Sedini Mungkin

Jumat, 06 Juni 2014


DUMAI-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai, Kamis (5/6) WIB menggelar sosialisasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno-Deficiency Syndrome (AIDS) serta Tuberculosis (TBC) di Hotel Grand Zuri Dumai.

Sosialisasi diikuti ratusan peserta, baik instansi pemerintah, TNI, Polri serta anggota TKBM dan perusahaan di Dumai. Sosialisasi tersebut terselenggara dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya ketiga penyakit ini.

Wakil Walikota Dumai, Dr Agus Widayat pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai yang telah menyelenggarakan sosialisasi penyakit HIV-AIDS dan TB di Dumai. Apalagi penderita penyakit tersebut cenderung mengalami peningkatan. “Perlu sedini mungkin untuk mencegah dan mengetahui penyakit HIV-AIDS agar tidak menular kepada orang lain. Silahkan periksakan diri kita secara pribadi ke klinik VCT dan pemeriksaannya itu gratis serta identitas penderia dijamin tidak bocor,” tukasnya.

Diketahui, Pemko Dumai dan Komisi Penanggulangan Penanggulangan AIDS (KPA) Dumai giat mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menghindari prilaku menyimpang yang dapat membahayakan diri sendiri dan keluarga. Sosialisasi dilakukan sampai ke sekolah-sekolah.

Karena HIV/AIDS merupakan virus yang sangat mematikan yang dapat melemahkan daya tahan tubuh. Penderita HIV/AIDS, daya tahan tubuhnya makin lama, makin menurun. Sebab, virus tersebut membuat sel dalam darah yang mengatur daya tahan tubuh menjadi berkurang hingga akan berujung kepada kematian.

Selain kampanye bahaya HIV/AIDS, Pemko Dumai juga menyediakan Klinik VCT (Voluntary Consulting Test) yang ada di RSUD Dumai dan Puskesmas Dumai Timur. Klinik tersebut berfungsi memeriksa anggota masyarakat untuk dapat mengetahui apakah telah tertular atau tidak.

Informasi yang diperoleh di Dumai menyebutkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Dumai tergolong tinggi bahkan, merupakan yang terbanyak ketiga di antara 11 kabupaten maupun kota yang ada di Provinsi Riau.

Untuk menekan laju penyebaran HIV dan AIDS, maka Pemko Dumai berupaya mengidentifikasi pasien di klinik VCT. Penyebab meningkatnya kasus virus mematikan tersebut lantaran rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk periksa kesehatan diri di rumah sakit.

HIV dan AIDS  itu sendiri menular melalui cairan darah, hubungan seks beresiko, ibu hamil  penderita HIV dan AIDS positif ke bayinya. “Tergerusnya nilai-nilai ketimuran membuat prilaku menyimpang sering terjadi, sehingga penularan HIV dan AIDS semakin  meningkat pula. Sebaiknya para Ulama juga dilibatkan dalam sosialisasi ini,” ujarnya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus