Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Aktivitas Penambangan Sebabkan Air Sungai Indragiri Keruh

Minggu, 05 Agustus 2012


RENGAT-Kondisi air Sungai Indragiri di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, mulai tak sehat untuk dikonsumsi sebagai air minum. Padahal, selama ini warga setempat sering menjadikan air sungai ini untuk berbagai kegiatan mandi, mencuci dan memasak. 

Namun maraknya aktivitas penambangan dan galian di hulu sungai, membuat air sungai menjadi keruh. Saat ini, diduga para penambang melakukan aktivitasnya di hulu sungai, seperti di Desa Pasir Ringgit, Alang Kepayang atau Desa Danau Baru. Informasi yang diperoleh menyebutkan, sekarang selain airnya keruh, debit air Sungai Indragiri ini juga sudah jauh surut. 

Menurut salah seorang masyarakat Kecamatan Rengat Barat yang tinggal Daerah Aliran Sungai Indragiri, Ailham Qolik SE, sejak sebulan terakhir memang tidak turun hujan. Sementara di hulu sungai, kegiatan penambangan batu dan pasir masih terus berlanjut dan membuat air sungai menjadi keruh dan tidak lagi bisa dikonsumsi sebagai air minum.

"Bila kegiatan penambangan ini terus berlanjut, maka dua minggu ke depan masyarakat sekitar aliran sungai akan mengalami krisis air bersih," kata Qolik, Minggu (4/8). Menurutnya, air Sungai Indragiri selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat yang tinggal sekitar sungai. Bila hulu sungai ada aktivitas penambangan seperti sekarang, maka selain berdampak terhadap kondisi sungai yang mungkin akan rawan longsor, juga akan mengganggu habita sungai dan masyarakat sendiri. 

"Untuk itu diharapkan, pemerintah mau mencarikan solusi atas persoalan tersebut. Kalau memang pemerintah memberikan izin penambangan di hulu sungai, maka bila musim kemarau sebaiknya aktivitas penambangan dihentikan karena akan mengganggu masyarakat yang tentunya akan sulit memperoleh air bersih," tukasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Inhu, Bayu Setiya Budiono SH belum bisa memberikan komentar terkait persoalan penambangan tersebut, karena belum bisa dihubungi. (isc)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus