Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Alami Gangguan Jiwa, Pelaku Pembakar Istana Siak Belum Bisa Diadili

Rabu, 14 Februari 2018

Bupati Syamsuar (kanan) berdialog dengan pelaku. (Foto:Satria Donald/FokusRiau.Com)

SIAK-Sudah sebulan lebih, pelaku pembakar Istana Siak, Tengku Said Abdullah alias Faisal ditangkap. Meski demikian, polisi sejauh ini masih belum melimpahkan berita cara pemeriksaan (BAP) ke Kejaksaan untuk dibawa ke meja hijau. 

Kapolres AKBP Barliansyah melalui Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana mengatakan, berdasarkan hasil observasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru terhadap pelaku. Dokter menyatakan, Faisal mengalami gangguan jiwa. Sehingga butuh waktu bagi penyidik untuk melakukan pemberkasan.

"Dokter sudah menyatakan pelaku gangguan jiwa, bukan gila. Saat ini, masih dalam pengawasan dan pelaku sekarang berada di RSJ Panam. Kalau kondisinya mulai membaik, tentu proses hukumnya tetap kita lanjutkan. Saya terus memantau dan koordinasi dengan dokter yang menangani Faisal ini," kata Hidayat kepada FokusRiau.Com, Rabu siang.

Dua hari setelah membakar Istana Siak, 8 Januari 2018 lalu, polisi menangkap Faisal di Pekanbaru dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Siak. Saat itu, Bupati Siak Syamsuar sempat berdialog dengan pelaku dan menanyakan apa alasannya membakar Istana peninggalan kerajaan Siak ini. 

Namun karena kondisi kesehatan pelaku yang kurang sehat, Faisal tak banyak bicara dan terkesan acuh tak acuh dengan pertanyaan yang diberikan Bupati. Saat itu, Syamsuar menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Siak yang berhasil menangkap pelaku. Apalagi kejadian ini sempat menghebohkan masyarakat Siak, termasuk di media sosial. 

Menurut Hidayat, pelaku dibawa ke RSJ karena diketahui mempunyai kartu kuning. Dimana kartu itu merupakan tanda gangguan kejiwaan. Kemudian orangtua pelaku juga menyatakan Faisal sedang mengalami gangguan kejiwaan sejak 5 tahun terakhir. 

"Kemaren waktu saya lihat ke RSJ, pelaku sering melamun, tak mau bicara. Intinya kasus tetap lanjut, tak ada aturan yang menyatakan di SP3 atau kasus dihentikan," tukasnya. (satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus