Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Analis BMKG: Awal Mei Curah Hujan di Riau Mulai Menurun

Senin, 06 Mei 2013


PEKANBARU-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru memantau adanya pusaran angin tertutup di Sumatera bagian tengah. Dengan kondisi tersebut, maka tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dan Riau berpotensi diselimuti awan hujan.

Tak hanya itu, menurut BMKG, tekanan udara rendah masih terjadi di Samudera Hindia bagian barat Sumatera. Hanya saja, dibandingkan dengan gangguan daerah tekanan rendah, pusaran angin tertutup tersebut tidak meluas. Tapi hanya berada di sekitar pusarannya saja. Sementara tekanan rendah udara cenderung terpusat ke daerah gangguannya.

Analis BMKG Pekanbaru, Yudhistra Mawaddah kepada wartawan, Minggu (5/5) mengatakan, awal bulan ini curah hujan di Riau mulai mengalami penurunan. Karena bila dikaji secara klimatologi, puncak curah hujan di Riau sebenarnya terjadi April lalu. Meski demikian, hujan masih tetap terjadi meski intensitasnya berkurang.

Dijelaskan, curah hujan yang berpeluang turun tersebut masih bersifat ringan hingga sedang. Curahnya pun terkonsentrasi di wilayah Riau bagian tengah seperti Pekanbaru, Siak dan Pelalawan. Disamping itu di wilayah Riau bagian pesisir timur seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis dan Dumai.

Yudhistira memprakirakan, hujan yang turun masih memungkinkan disertai petir. Hal ini dipengaruhi pemanasan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Sehingga penguapan mempercepat pembentukan awan konvektif Comulunimbus.

Menurutnya, awan jenis ini kerap menjadi penyebab turunnya hujan disertai petir dan angin kencang. Hujan yang ditimbulkan deras tapi waktunya tidak terlalu lama. Berbeda dengan awan Cumulus biasa yang memakan waktu lama tapi curah hujannya tidak lebat. Karena hujan disertai petir masih berpotensi muncul, Yudhistira mengimbau masyarakat lebih waspada.

Bila hujan disertai petir muncul, masyarakat harus berusaha menjauhi tempat terbuka. Hal ini diperlukan sebagai antisipasi agar tidak tersambar petir. Disamping itu, masyarakat juga disarankan tidak memakai alat elektronik ketika petir berlangsung.

Selain hujan disertai petir, Yudhistira memprakirakan, angin puting beliung mungkin saja terjadi. Menurutnya, angin puting beliung cenderung terjadi saat masa transisi musim di akhir Mei mendatang.

Dijelaskan, berdasarkan hasil monitoring satelit NOAA, BMKG Sabtu lalu mendetekti sembilan titik panas di Sumatera. Lima di antaranya terpantau di Riau, yakni Pelalawan tiga titik dan di Rokan Hulu serta Indragiri Hilir masing-masingnya satu titik. (trp/den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus