Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Anggota Dewan Sayangkan Sikap Arogansi Satpol PP

Kamis, 09 Mei 2013


DUMAI-Anggota DPRD Kota Dumai, Jhonfikar menyayangkan sikap arogansi Satpol PP dalam melaksanakan penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima.

“Kita sangat menyayangkan sikap arogansi Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya. Seharusnya, Satpol PP tidak main gusur begitu saja terhadap para pedagang kecil tanpa sosialisasi terlebih dahulu,” kata Jhonfikar menanggapi tindakan penggusuran dan pembongkaran lapak pedagang di sejumlah lokasi di Dumai, Rabu (8/5).
 
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Dumai ini juga menyatakan, tindakan Satpol PP yang menggusur pedagang kecil yang berjualan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Penggusuran yang dilakukan itu ditakutkan akan menambah derita masyarakat. Karena mereka sudah tidak dapat berjualan lagi, sehingga tidak bisa menafkahi keluarga dan ujung akhirnya bisa pada pendidikan anak-anak mereka yang terancam putus. Karena itu, penggusuran tersebut ditakutkan akan memicu persoalan baru,” tukasnya.
 
Karena itu, kedepan diharapkan Satpol PP sebelum bertindak dapat mencari dan memberikan solusi kepada pedagang. “Seharusnya disiapkan dulu solusinya, kemana mereka akan dipindahkan untuk berdagang. Kita berharap, Satpol PP jangan hanya main gusur. Dalam waktu dekat, Komisi I akan menggelar rapat kerja dengan Satpol PP untuk mencari solusi terhadap masalah pedagang tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala Satpol PP, Bambang Wardoyo mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada pedagang sebelum melakukan penertiban. Namun peringatan yang diberikan tidak diindahkan. “Kita telah memberikan peringatan kepada pedagang. Kalau memang ingin berjualan, saya minta pedagang membawa lapak dagangannya ketika selesai berjualan. Jangan ditinggal, karena itu sama dengan membuat kios permanen,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pedagang rokok, minuman dan makanan ringan gerobak di Jalan Sultan Hasanudin (Ombak) mengaku kecewa dengan tindakan arogan Satpol PP dalam melakukan penertiban. Sebab pedagang tidak diperbolehkan berjualan pagi hari.
 
Sutini, salah seorang pedagang mengaku kecewa dengan penertiban kota yang dilakukan Satpol PP. Bahkan dirinya mengatakan, Pemko Dumai lebih berani melindungi para penjaja sek dari pada pedagang kecil.
 
“Kenapa hanya pedagang kecil yang berani ditertibkan Satpol PP, kenapa tidak berani menertibkan sarang prostitusi yang berkedok salon dan tempat hiburan malam, seperti karaoke yang tak kenal batas waktunya, ada apa ini? kata Sutini mempertanyakan.
 
Penggusuran juga dilakukan kepada pedagang di Taman Bukit Gelanggang. “Banyak yang melanggar aturan di daerah ini, tapi kenapa pemko tak berani menindak tegas. Giliran pedagang kecil yang hanya ingin mencari makan di pinggir jalan sekedar untuk memenuhi hidup sehari-hari justru digusur,” kata Adek, salah seorang pedagang makanan di Taman Bukit Gelanggang.
 
Para pedagang minta pemerintah untuk bisa memberikan pembinaan agar sektor wisata kuliner di Dumai seperti yang didambakan walikota dapat hidup dan berkembang. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus