Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Apakah Minum Kopi Picu Serangan Jantung di Usia Muda Itu Mitos Atau Fakta?

Kamis, 20 Februari 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Aktor Ashraf Sinclair meninggal dunia, akibat serangan jantung pada usia 40 tahun. Kematiannya di usia cukup muda membuat tanda tanya besar akan bahaya serangan jantung.

Tahukah anda bahwa penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, berapa pun umurnya, bahkan pada orang yang sudah menjaga pola konsumsi makanan, termasuk vegetarian. Medio 20-30 tahun lalu, penyebab kematian utama di dunia adalah penyakit infeksi. 

Namun sekarang, penyakit jantung dan pembuluh darah sudah menjadi penyebab kematian teratas di dunia. Bahkan lebih daripada kanker yang sangat ditakuti masyarakat. Sayangnya, ada banyak asumsi yang beredar di masyarakat, baik dari isu yang kita dengar dari teman, keluarga atau pun hoax yang beredar di media sosial. 

Banyak anggapan bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada manula (orang lanjut usia di atas 65 tahun), atau hanya pada orang- orang yang mengonsumsi makanan berminyak. Selain itu, sering mengonsumsi kopi disebut-sebut bisa mencetuskan serangan jantung. Padahal, tradisi ngopi saat ini kian populer di berbagai kalangan.

"Faktanya adalah kopi jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas lebih empat gelas per hari tidak memperburuk kesehatan, bahkan bisa berefek positif pada kesehatan," ujar Konsultan Kardiologi Intervensi Rumah Sakit Awal Bros, dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP(K), FIHA, dalam keterangannya, Rabu (19/2/2020).

Yang berdampak buruk bagi tubuh adalah gula dan susu tinggi lemak yang dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Akibatnya bisa meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, karena bersifat asam, kopi bisa menyebabkan masalah pada lambung, terutama pada orang-orang yang sensitif.

Meningkatnya asam lambung bisa menyebabkan terjadinya nyeri ulu hati, sesak napas hingga berdebar-debar. Di mana gejalanya bisa menyerupai orang yang mengalami serangan jantung.

"Kopi tanpa gula (kopi pahit) yang diminum dalam porsi terbatas, yaitu 1-2 gelas per hari, tidak menyebabkan serangan jantung," tambahnya. (*)

 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: VivaNews


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus