Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Sumbar

Aqua: Syiarkan Terus Kedermawanan dan Solidaritas Sosial Saat Krisis Covid-19

Kamis, 04 Juni 2020

Dr Aqua Dwipayana. (Foto:Istimewa)

PADANG-Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menyebut, kedermawanan dan solidaritas sosial saat krisis pandemi Covid-19 perlu terus disyiarkan. Sehingga, semua kalangan berpunya dan kelompok masyarakat mampu tergerak hatinya dan terdorong melakukan kebaikan serupa. 

Karena itu, nilai-nilai kedermawanan bisa semakin massif dan menjadi modal penting membangkitkan kepedulian seluruh potensi bangsa.

Hal itu disampaikan Aqua Dwipayana pada webinar (seminar daring) ”Komunikasi Kedermawanan dalam Menanggulangi Dampak Covid-19”, Rabu malam. Webinar yang digelar Jurnal Ranah Komunikasi Unand Padang menghadirkan pembicara Sari Lenggogeni, Ph.D (Penggerak Kawal Covid-19 Sumbar) dan Dr. Desayu Eka Surya (Direktur Humas dan Protokoler Unikom, Pengurus Perhumas BPC Bandung) dengan moderator Dr. Elva Ronaning Roem.

Menurut Aqua, mereka yang bergerak dalam kegiatan amal dan sosial, semestinya jangan merasa khawatir publikasi atas apa yang dilakukan. “Bagi saya, yang penting itu adalah keikhlasan dalam hati. Siapa yang bisa mengukur hadirnya sikap riya dalam hati kita, selain Allah SWT. Sepanjang kita melakukan semuanya dengan keikhlasan justru penting mensyiarkan nilai-nilai kebaikan tersebut,” ungkap penulis buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” tersebut.

Maka, menurut pria yang sudah mengumrahkan ratusan orang dari hasil penjualan buku dan jejaring luas yang dimilikinya dengan bersilaturahim itu, dirinya membiasakan untuk mensyiarkan gerakan sosial yang dilakukannya. “Kalau tidak disyiarkan mana bisa kita mendorong orang lain menjalani hal serupa. 

Justru dari syiar yang dilakukan, semakin banyak kalangan yang juga berperan dalam gerakan umrah gratis ini. Bahkan donaturnya ada yang dari kalangan nonmuslim. Mereka tergugah dari syiar tersebut,” ujar Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) itu.

Pria yang dikenal dengan banyak kegiatan sosial tersebut menegaskan, siapapun bisa melakukan kebaikan. Semua jangan dilihat dari aspek material semata. “Tidak perlu minder merasa tidak punya untuk berbuat kebaikan. Mulailah dari hal-hal kecil dan kalangan terdekat dulu. Membantu juga harus proporsional disesuaikan dengan kemampuan kita. Bantuan itu tidak hanya materi. Ada yang lebih esensial, pada masa pandemi ini juga banyak jiwa dan pikiran yang sakit, nah di sanalah kita juga bisa membantu,” ujarnya.

Mantan jurnalis itu juga menjelaskan, jangan pernah khawatir kekurangan ketika kita banyak memberi. “Bukankah dalam ajaran Islam disampaikan bahwa dalam masa 50.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, masing-masing orang sudah diberikan porsi rezekinya. Maka, jalanilah semua dengan penuh keikhlasan,” ucapnya.

Lelaki berdarah Minang dengan jejaring pertemanan yang sangat luas ini kemudian menyampaikan bahwa komunikasi kedermawanan itu harus dilakukan dengan rumus REACH Plus A. Hal ini mengacu pada lima aspek hukum Komunikasi yakni Respect atau perhatian yaitu di mana saja, kapan pun, kepada siapa pun selalu menghormati jangan meremehkan. Kemudian Empati atau bisa menempatkan diri yaitu bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang lain dengan melayani dengan optimal dan standar, tidak ada perbedaaan.

“Selanjutnya Audible atau dimengerti yaitu bisa menyesuaikan diri di mana pun berada. Clarity atau terpahami, dalam beretika komunikasi gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Terakhir Humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. Semuanya kemudian dilengkapi dengan huruf ‘A’ yakni Action atau tindakan nyata dan cepat,” tukasnya.

Pembicara lainnya, Desayu Eka Surya mengupas tentang pentingnya komunikasi dalam praktik kedermawanan (filantropi). Menurutnya, langkah dan pendekatan transendental serta komunikasi interpersonal, jaringan pertemanan, hingga mewujudkan kedermawanan adalah sebuah pola yang bisa dibiasakan.

Sedangkan Sari Lenggogeni memaparkan aktivitas sosialnya sebagai akademisi dari Universitas Andalas yang menginisiasi gerakan spontan dalam bentuk Decahelix With Love. Ia menggalang dana sosial hingga miliaran rupiah untuk membantu Covid-19 bentuk APD di Sumatera Barat. 

Peserta webinar antusias sekali untuk bertanya, sehingga jadwal yang seharusnya berakhir pukul 22.00 molor jadi pukul 22.30. (*)



Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus