Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Artidjo Alkostar Ungkap Alasanya Perberat Hukuman Para Koruptor

Jumat, 25 Mei 2018

Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung Artidjo Alkostar. (Foto:Detikcom)

JAKARTA-Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung Artidjo Alkostar selama ini memang dikenal dengan vonis beratnya, terutama kepada para terpidana korupsi. Dia mengaku, hanya menerapkan pasal berbeda dengan hakim di tingkat pengadilan sebelumnya.

Para terpidana kasus korupsi itu, misalnya mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq yang hukumannya diperberat menjadi 18 tahun penjara dari semula 16 tahun dalam kasus suap impor daging sapi, mantan anggota DPR Angelina Sondakh menjadi 12 tahun penjara dari 4,5 tahun dalam kasus korupsi Hambalang hingga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang semula tujuh tahun menjadi 14 tahun penjara. 

Artidjo membantah sengaja menambah hukuman para terpidana. Menurutnya, penambahan hukuman itu lantaran ada penerapan pasal yang berbeda dengan hakim lainnya. "Pasal yang saya terapkan berbeda dengan pasal yang diterapkan hakim lain," ujar Artidjo kala memberikan keterangan di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Dia mencontohkan, pada perkara korupsi tingkat judex facti atau pengadilan negeri dan pengadilan tinggi umumnya menerapkan pasal 3 Undang-undang Tipikor. Sementara di judex juris atau tingkat kasasi MA, Artidjo menerapkan pasal 2 UU Tipikor.

Alasannya, dia hanya berpedoman pada Surat Edaran MA (SEMA) yang mengatur tentang tafsir pada suatu pasal dalam UU yang tidak jelas. "Banyak pasal di MA yang harus ditafsirkan sendiri," katanya.

Karena itu, hukuman yang dijatuhkan pun akan berbeda karena pasal yang diterapkan juga berbeda. Artidjo juga mengingatkan bahwa setiap kasus memiliki karakter masing-masing yang berakibat pada pertimbangan memberatkan maupun meringankan. "Jadi integritas putusan hakim juga berkorelasi dengan kualitas pertimbangan hukumnya," ujar Artidjo.

Artidjo sendiri resmi pensiun pasal pada 22 Mei lalu. Sesuai UU 3/2009 tentang MA, usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus