Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Arus Mudik di Jalur Lintas Barat Alami Peningkatan, Inilah Titik Rawan Macet dan Longsor

Rabu, 13 Juni 2018

ilustrasi. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Arus mudik di jalur lintas barat menuju Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumatera Barat, Selasa (12/6/2018) mengalami peningkatan. Meski volume kendaraan lebih padat dari hari biasa, namun arus lalu lintas di jalur ini masih relatif ramai lancar.

Sama seperti dua hari sebelumnya, arus mudik di jalur lintas barat masih didominasi kendaraan pribadi. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, arus kendaraan sejauh ini memang ada peningkatan, namun belum terlalu tinggi.

"Memang ada peningkatan, tapi tidak terlalu tinggi. Sejauh ini masih berjalan normal, masih ramai lancar. Peningkatannya sekitar 10 persen saja, nggak sampai 20 persen," ujarnya.

"Untuk tim pengurai macet, sementara kita tempatkan di dalam kota. Karena memang kondisinya lebih padat. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nangka dan Jalan Riau," tambahnya.

Susanto menerangkan, tim pengurai macet baru akan ditempatkan di beberapa titik di Jalur Lintas Barat usai lebaran. Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, Susanto membeberkan, Polresta Pekanbaru dalam hal ini juga berkoordinasi dengan Polres Kampar. "Untuk arus keluar dan masuk, kita selalu koordinasi," tuturnya.

Susanto mengingatkan para pemudik agar selalu menjaga kesehatan selama melaksanakan mudik ke kampung halaman. "Harus cukup istirahat, lalu jangan lupa periksa kelayakan kendaraan sebelum berangkat, dan patuhi aturan berlalu lintas. Itu yang paling utama," tutupnya.

Sementara Dinas Perhubungan Riau menyebut, ada 30 titik rawan kecelakaan dan jalan rusak, lokasi macet dan longsor yang akan mengganggu pemudik nantinya. Titik rawan terbanyak berada di lintas Barat yang menghubungkan Pekanbaru arah Sumatra Barat dan arah Rokan Hulu perbatasan Sumatera Utara.

Pada jalur ini terdapat dua titik yang sering terjadi longsor yakni pada jalur Rantau Berangin menuju batas Sumatra Barat. Pada titik ini sering terjadi longsor apalagi saat musim hujan tiba.

Kemudian pada jalur Barat ini juga terdapat tiga pasar tumpah yang akan menyebabkan kemacetan bagi pemudik, di antaranya Pasar Danau Bingkuang Kecamatan Tambang, Pasar Kampar dan Pasar Kuok.

Selain itu, terdapat delapan titik lainnya di jalur Barat ini yang rawan terjadi kecelakaan karena jalan berlubang, tikungan tajam, jarak pandang terbatas, dan kurangnya marka jalan serta jalan bergelombang.

Kepala Dinas Perhubungan Riau Taufiq Usman Hamid mengatakan, jalur Barat menjadi perhatian apalagi untuk rawan longsor dan kemacetan. "Jalur Barat Masih menjadi jalur yang sangat banyak titik rawan kecelakaan, rawan kemacetan dan rawan longsor," ujar Taufik Usman.

Ditambahkan, pihaknya baru mulai membuka pos mudik pada H-7 sampai dengan H+7 Lebaran. Dimana untuk Riau akan dibangun 5 pos pengamanan mudik. "Pos induk di kantor Dishub kemudian ada 4 pos di pelabuhan, sedangkan yang lain pos bersama Polri dan stakeholder terkait. Kami menyiapkan 30 personil nanti akan dibagi titiknya," ujar Taufiq. (*) 



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus