Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Aset BUMDes Sumber Rezeki Desa Kota Raya Capai Rp2,5 M

Kamis, 23 Mei 2013


PASIR PENGARAYAN-Direktur Bumdes Sumber Rezeki Desa Kota Raya, Agus Rianto mengatakan, sistim pengelolaan yang baik membuat Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Sumber Rezeki sekarang telah memiliki aset sebesar Rp2,5 miliar. Sejak berdiri tahun 2006 lalu, dana yang sudah digulirkan kepada masyarakat sekarang bahkan sudah mencapai Rp8 miliar.

"Kemajuan itu semua tidak terlepas dari transparansi dalam manajemen dan pengalokasian anggaran kepada sesama pengelola dan anggota secara tepat," kata Agus Rianto kepada wartawan, Kamis (23/5) di Pasir Pengarayan.

Selain itu, kemajuan yang dicapai sekarang tidak terlepas dari bimbingan koodinator daerah yang selalu turun ke lapangan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang sistim pengelolaan keuangan yang baik. Menurut Agus, dana awal BUMDes ketika didirikan hanya Rp500 juta yang bersumber dari APBD Propinsi. Kemudian tahun 2009 statusnya dinaikkan dari UED menjadi BUMDes dan sejak statusnya dinaikkan, pengembangan usaha juga semakin meningkat.

Sehingga sampai sekarang, aset BUMDes Sumber Rezeki sudah mencapai Rp2,5 miliar. Dari musyawarah desa lalu diketahui, berdasarkan laporan pertanggung jawaban pengelola tahun 2012 terkumpul sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp191 juta dan digunakan untuk penambahan modal usaha serta bantuan sosial dan pembelian door prize.

"Kemajuan ini tidak terlepas dari bimbingan dari Korda Kabupaten serta kepercayaan dari anggoya kepada pengelola, sehingga tahun ini dana yang digulirkan mencapai Rp8 miliar," tukasnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat  pengelolaan pasar desa dan kebun desa  akan diberikan kepada BUMDes untuk menambah unit usaha yang sudah dibuat sebelumnya. Bila hal ini sudah berjalan, maka pendapatan BUMDes akan lebih meningkat dari sebelumnya. Meningkatnya pendapatan BUMDes tentunya akan menjadikan diri sebagai BUMDes terbaik tingkat provinsi dan meningkatkan kesejahteraan kepada para anggotanya.

"Kita akan membuka dua unit usaha tambahan, yakni pengelolaan kebun desa dan pasar desa, selain usaha unit simpan pinjam dan saprodi yang ada saat ini," paparnya. (epi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus