Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Atasi Karhutla di Riau, BNPB Optimalkan Hujan Buatan, Kekuatan Udara Ditambah

Senin, 16 September 2019

Pemadaman karhutla di Riau melalui udara. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menambah kekuatan udara, untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Teknologi modifikasi cuaca (TMC) membuat hujan buatan bakal dioptimalkan.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, pemerintah menyiagakan tiga pesawat untuk menerapkan TMC. Menurut Agus, salah satu pesawat adalah Cassa 212-200 dengan kapasitas satu ton, bahkan sudah beroperasi di Riau sejak 26 Februari 2019. 

Pemerintah juga menambah satu pesawat CN 295 dengan kapasitas 2,4 ton. Saat pesawat CN 295 terbang sampai di awan yang potensial hujan, petugas membuka keran dan garam akan keluar melalui pipa untuk menaburi awan dengan garam. 

Bahan semai garam NaCl akan mengikat butiran-butiran air dalam awan, kemudian menggumpal menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan. "Itu sudah berada di Pekanbaru dan satu Hercules dengan kapasitas lima ton direncanakan datang di Pekanbaru pada Senin (15/9)," kata Agus saat dihubungi, Minggu (15/9/2019).

Ditambahkan, operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Seluruh pesawat saat ini dalam kondisi siaga. "Jika terdapat potensi awan maka akan segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan," ujarnya.

BMKG memperkirakan, pertumbuhan awan berasal dari arah utara. Sehingga, saat ini, sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara, seperti Aceh dan Sumatra Utara sudah mulai hujan.

"Hari ini (kemarin-Red) terdapat potensi awan sedang di wilayah Riau dan tim masih menunggu sampai pertumbuhan awan potensial cukup banyak dan kemudian dilakukan operasi TMC," kata Agus.

BMKG dalam konferensi pers, Sabtu lalu menyebut, musim kemarau di Riau masih akan terjadi sampai pertengahan Oktober 2019. Sedangkan, di wilayah lain ada yang berakhir pada akhir Oktober atau Awal November 2019. Ini berarti kemungkinan kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi sampai akhir Oktober 2019.

Kemarin pagi terdeteksi 27 titik api kategori tinggi di Riau. Secara umum, Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai satu kilometer (km) ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB masih berasap dengan jarak pandang 2,2 km.

Selain menambah kekuatan udara, BNPB menyiagakan 5.809 personel untuk menanggulangi karhutla di Riau. Personel tersebut berasal dari berabagai instansi, antara lain, dari Korem 031/WB, 117 Polda Riau, BPBD, Polisi Kehutanan, Manggala Agni hingga Mabes TNI. (*)



Penulis: Febridianto
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Republika


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus