Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Atasi Penumpukan Sampah di Pekanbaru, Kontraktor Siasati Pola Masyarakat Membuang Sampah

Kamis, 23 Agustus 2018

Sampah menumpuk di wilayah Tampan Pekanbaru. (Foto:Detik)

PEKANBARU-Kontraktor pengangkutan sampah di zona 1 Pekanbaru mulai menyiasati pola buang sampah masyarakat, untuk mengatasi penumpukan sampah di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Akibat sampah menumpuk di wilayah kerjan PT Godang Tua Jaya (GTJ) menjadi sorotan masyarakat.

Terus-terusan menjadi sorotan publik, karena dinilai tidak maksimal dalam pengangkutan sampah, membuat PT GTJ sebagai perusahaan pemenang tender proyek pengangkutan sampah zona 1 angkat bicara.

Tumpukan sampah di sejumlah titik di Kecamatan Tampan masih terlihat menumpuk, Rabu (22/8/2018). Tumpukan terlihat di sebarang RS Awal Bros Panam, Simpang Delima, Simpang Putri Tujuh dan seberang Ponpes Babussalam. 

Namun PT GTJ yang bekerja mengangkut sampah di wilayah Tampan, Mapoyan Damai dan Payung Sekaki itu membantah kalau pihaknya tidak melakukan pengangkutan sampah di wilayah kerjanya itu. "Bukan tidak kami angkat, kami tetap angkut kok. Tapi, pola masyarakat kan cenderung kurang tertib dalam membuang sampah. Setelah satu jam kami angkut mereka buang lagi. Tapi setelah kami angkut selang satu jam warga buang lagi," kata Humas PT GTJ Nofra Saputra, Kamis (23/8/2018).


Pihaknya mengaku akan melakukan langkah terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut, diantaranya dengan mengubah jam kerja pengangkutan sampah. "Kami akan siasati masalah ini, caranya dengan mengubah jam pengangkutan. Jadi satu hari itu akan kami lakukan beberapa kali pengangkutan," katanya.

Pihaknya akan memprioritaskan pengangkutan sampah pada sore dan dini hari. Sebab tumpukan sampah biasanya cukup menganggu masyarakat saat pagi ketika warga akan mulai beraktifitas. "Kami akan mulai angkut jam 3 atau jam 4 pagi," imbuhnya.

Namun pihaknya tidak menapik, adanya penumpukan sampah yang masih ditemukan disejumlah titik tersebut akibat adanya masa transisi dari sistem swakelola yang dilakukan DLHK ke pihak perusahaan. "Ini akan terus kami lakukan evaluasi karena kami kan masih dalam masa transisi," ujarnya. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus