Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak?

Sabtu, 08 Juni 2013


JAKARTA-Berbeda dengan program penurunan berat badan pada orang dewasa, target penurunan anak-anak yang kegemukan membutuhkan perhitungan yang lebih rumit. Hal ini antara lain disebabkan tinggi dan berat badan anak secara alami akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia anak.

"Pertambahan massa dari organ, tulang dan ototnya akan menambah berat badannya," kata dr.Grace Judio-Kahl dalam acaranya peluncuran bukunya yang berjudul "Solusi Tanpa Stres untuk Anak Gemuk" di Jakarta, Rabu (5/6).

Perhitungan berat badan ideal orang dewasa, menurut Grace, umumnya menggunakan standar indeks massa tubuh (IMT) yang merupakan perhitungan lemak tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Namun perhitungan berat badan anak tidak bisa menggunakan IMT saja.

Perhitungan berat badan anak, selain menggunakan IMT juga memerlukan grafik tumbuh kembang yang disebut dengan grafik IMT-persentil. Selain itu, grafik tersebut berbeda antara perempuan dan laki-laki. "Pada orang dewasa, kita bisa menargetkan dalam jangka waktu tiga bulan, harus bisa turun (berat badan) sekian. Namun pada anak target yang diberikan harus tahunan dan melihat usia anak juga," paparnya.

Hal yang terlihat jelas untuk keberhasilan menurunkan berat badan pada anak yaitu tubuhnya yang semakin ramping, namun tinggi badannya bertambah. Meski berat badannya tetap, namun bentuk tubuh anak semakin proposional.

Grace mengatakan, hal yang perlu ditanamkan pada anak satu prinsip mendasar adalah hanya makan di saat lapar. Makan hanya obat untuk lapar, bukan untuk sedih, bosan, kedinginan atau kepanasan.

Untuk mengajarkan anak hal itu, anak terlebih dahulu juga harus mengerti tentang konsep lapar dan kenyang. Banyak anak-anak yang masih belum mengerti rasa lapar dan kenyang dengan pasti. Grace mengatakan, yang ada mereka hanya tahu "ingin makan" dan "kekenyangan".

"Kalau sudah begini, setiap mereka ingin makan mereka menganggapnya lapar, padahal belum tentu tubuh sudah butuh makan. Sementara mereka baru berhenti makan jika sudah tidak mampu makan lagi atau kekenyangan. Padahal seharusnya kita harus berhenti makan saat kenyang, bukan kekenyangan," kata pendiri klinik penurunan berat badan lightHOUSE tersebut. (kcm/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus