Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Bagaimana Membedakan Batu Mulia Asli dan Palsu, Ini Caranya

Jumat, 21 November 2014

Ikuti cara membedakan batu mulia asli dengan palsu agar tak tertipu.

JAKARTA-Anda belum mengerti tentang batu mulia, sehingga sangat bingung untuk membedakan berbagai macam bebatuan ini. Tak usah khawatir untuk membedakan antara batu asli dan kristal kaca yang tampilannya mirip batu mulia.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Batu Mulia Indonesia, Sujatmiko memberikan tips sederhana untuk mengenali batu asli, yakni dengan lup atau kaca pembesar khusus dan lampu senter. Penerangan dari senter digunakan untuk melihat isi dari batu itu, apakah batu itu padat atau berisi gelembung udara. ”Jika di dalamnya ditemukan gelembung udara, batu itu sintetis, batu buatan manusia,” katanya, siang tadi.

Sujatmiko menambahkan, batu mulia menjadi istimewa karena batu itu terbentuk secara alami dari proses geologis. Itu sebabnya batu mulia tak pernah seutuhnya jernih, melainkan di dalamnya bercampur dengan material mineral lain yang memberikan motif pada batu.

Konsumen yang masih ragu juga bisa mengecek keaslian batu mulia atau akik yang ia beli di laboratorium batu mulia di lantai dua Pasar Rawa Bening, di hadapan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Tasbih Scientific Gemological Laboratory adalah salah satu laboratorium batu mulia di Pasar Rawa Bening, sekaligus salah satu lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat keaslian batu mulia. Pemilik laboratorium itu, Yani Abdul Majid, mengungkapkan, untuk menghindari kerugian, sebaiknya pembeli meminta jaminan kepada penjual agar bisa mengembalikan batu yang dibeli jika ternyata palsu.

Untuk uji keaslian batu mulia ini, Yani mematok ongkos Rp 300.000-Rp 350.000, termasuk biaya sertifikat. ”Namun, ada kalanya kami juga melihat besar kecilnya batu untuk mematok harga sertifikasi ini,” katanya.

”Pernah ada klien protes karena batu miliknya saya nilai sintetis. Saat itu klien saya bilang, batu itu sudah disimpan tiga turunan sehingga tak mungkin palsu. Namun, bukti uji ilmiah tak akan bisa berbohong, meski benda itu disimpan bertahun-tahun,” kata Yani. (kcm)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus