Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

Bahas Hilirisasi Kelapa, Bupati HM Wardan bertemu dengan Pengusaha Nasional

Minggu, 22 Oktober 2017

Bupati HM Wardan berbincang dengan Simarba Atong Tjia. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HILIR-Bupati HM Wardan bertemu dengan Pengusaha Nasional DR (HC) Simarba Atong Tjia, CEO PT Cahaya Buana Group yang merupakan perusahaan bidang furniture, memproduksi kasur pegas atau spring bed merek Bigland, Napolly, Bola Dunia dan Big Foam. Pertemuan tersebut untuk membahas persolan hilirisasi kelapa.

Upaya mengembangkan industri kelapa di Kabupaten berjuluk 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia' tidak henti-hentinya dilakukan Bupati HM Wardan. Upaya tersebut dibuktikan dengan diadakannya sejumlah pertemuan dengan para pengusaha industri berbasis kelapa, mulai dari pengusaha lokal, nasional dan internasional.

"Sore ini, kita berdiskusi panjang lebar mengenai industri hilir kelapa Inhil. Salah satunya mengenai pemanfaatan sabut kelapa yang saat ini hampir belum termanfaatkan di Inhil. Ini salah satu yang kita harapkan, bagaimana bisa menjadi nilai ekonomis pula, sehingga akan menguntungkan petani kelapa kita pula," ujar Wardan usai pertemuan, Sabtu (21/10/2017).

Simarba Atong Tjia sebagai pendiri Olympic Furniture mengakui, dirinya memang sangat tertarik untuk dapat mengembangkan industri sabut kelapa Inhil ini. Seperti yamg diungkapkannya, saat ini pemanfaatan sabut kelapa bagi industri spring bed memang sangat diminati pasar, baik nasional hingga mancanegara.

"Ini sangat potensial sekali. Sayang sekali sabut-sabut kelapa di Inhil yang sangat banyak itu, sampai hari ini hampir belum terbedayakan secara maksimal," kata pria yang akrab disapa Atong itu.

Dikatakan pria kelahiran Pulau Kijang, Reteh itu, banyak hal yang bisa diproduksi dari kelapa untuk mencapai nilai ekonomis yang tinggi. Untuk itulah, dirinya sangat mendukung gerakan Bupati HM Wardan mempertahankan kebun kelapa Inhil.

"Makanya, kita mengajak pula bagaimana pengusaha-pengusaha lokal khususnya Inhil dapat mengembangkan pola pikir demi mengangkat kelapa ini. Saya sendiri sekarang melihat gerakan Pak Wardan yang semangat ini merasa terpanggil untuk pulang ke Inhil mengupayakan pengembangan industri kelapa hingga tentu mampu membuat harga kelapa semakin bersaing dan menguntungkan masyarakat," kata Atong. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus