Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Bangun Turap, Prioritas Utama Bengkalis Menghadang Abrasi

Senin, 21 Januari 2013


BENGKALIS-Sama seperti tahun-tahun sebelumya, pembangunan turap pemecah gelombang dan parit di sejumlah lokasi di Kabupaten Bengkalis masih menjadi prioritas utama bidang pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan Bengkalis. Sejumlah proyek turap yang belum tuntas dikerjakan 100 persen tahun 2012, kembali akan dilanjutkan tahun ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas BMP melalui Kepala Bidang Pengairan, Ali Rasyid, Minggu (20/1) di Bengkalis. Menurutnya, pembangunan turap baru akan dilaksanakan tahun ini dan anggarannya sudah diusulkan melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2013 Dinas BMP. Begitu juga dengan proyek lanjutan tahun 2012 yang belum selesai dikerjakan tahun lalu, akan dikerjakan tahun ini.

“Proyek pembangunan baru dan lanjutan pengerjaan turap yang belum selesai tetap akan menjadi skala prioritas kita. Kegiatan pengerjaan turap tidak hanya sebatas di pesisir pantai, melainkan juga disejumlah kawasan seperti di jalan umum, perumahan dan lainnya sebagai antisipasi banjir,” papar Ali Rasyid.

Dikatakan, pembangunan turap di pesisir pantai yang masuk dalam skala besar tahun ini adalah pembangunan baru yang merupakan kelanjutan proyek turap di pantai Selatbaru kecamatan Bantan dengan panjang sekitar 1 kilometer. Selanjutnya juga ada proyek lanjutan turap di bibir pantai di desa Batu Panjang kecamatan Rupat serta desa Teluk Rhu kecamatan Rupat Utara.

Sedangkan untuk turap di sekitar jalan umum dan perumahan yang merupakan kegiatan lanjutan adalah pengerjaan turap di jalan Bantan kecamatan Bengkalis yang volume pekerjaannya pada tahun 2012 lalu baru mencapai 80 persen lebih. Selain itu juga ada pekerjaan pembangunan turap di sejumlah desa di kecamatan Rupat, Rupat Utara, bukit Batu serta Siak kecil.

“Ada prioritas kegiatan penanganan abrasi yang kita harapkan tuntas tahun 2013, khususnya di kawasan pesisir pantai yang bakal dijadikan sarana wisata bahari. Diantaranya adalah pantai Selatbaru, pantai di Rupat Utara yang sangat rentan terjadi abrasis etiap musim pasang utara,” tukasnya.

Disinggung soal realisasi kegiatan di bidang pengairan tahun 2012 lalu, ia menambahkan bahwa hasilnya cukup maksimal. Memang ada sejumlah kegiatan yang tak tuntas dikerjakan 100 persen, tetapi hal itu lebih dikarenakan faktor waktu pelaksanaan serta kondisi alam, curah hujan tinggi diakhir tahun. (dal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus