Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Bantah Uang Rp1,9 Miliar Sitaan KPK Hasil Suap, Bupati Amril: Itu Uang Pribadi

Kamis, 07 Juni 2018

Bupati Amril usai menjalani pemeriksaan. (Foto:Rtc)

PEKANBARU-Bupati Bengkalis Amril Mukminin membantah kalau uang senilai Rp1,9 miliar yang disita penyidik KPK, beberapa waktu lalu di rumah dinasnya sebagai hasil suap. Menurutnya, uang tersebut merupakan hasil usaha yang dikelola pihak keluarga. 

"Ya saya kan ada usaha," kata Amril sembari berlalu menuju masjid di komplek Mako Brimob Polda Riau, Kamis (7/6/2018) usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik KPK. 

Menurutnya, uang tersebut sengaja disimpan di rumah dinasnya sebab dianggap lebih aman. "Kan lebih aman di rumah dinas dibandingkan rumah pribadi," katanya. 

Selain itu, Amril menampik kalau uang tersebut merupakan uang dari salah satu perusahaan atau rekanan. "Gak... Itu bukan uang perusahaan," tuturnya. 

Terkait pembangunan jalan Karya di kawasan Rupat, Amril mengaku tidak tahu menahu. Karena saat proyek itu disahkan dan dikerjakan, dirinya belum menjadi Bupati Bengkalis. Namun demikian, diakui kalau KPK ada menanyakan hal itu kepadanya saat pemeriksaan. "Ya saat itu saya menjadi anggota dewan, tapi saya gak main anggaran. Kan jelas saya jawab gitu," tambahnya. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015. Sebelumnya penyidik sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas Bupati Amril Mukminin. 

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis kepada FokusRiau.Com, Kamis (7/6/2018) menyebutkan, sesuai kebutuhan penyidikan, KPK memeriksa kepala daerah dan anggota DPRD Bengkalis untuk menggali informasi bagaimana proses pembahasan anggaran di DPRD. 

Menurutnya, saksi Bupati Amril Mukminin dipanggil untuk mengkonfirmasi terkait asal usul uang Rp1,9 miliar yang ditemukan di rumah dinasnya saat penggeledahan minggu lalu. "Penyidik ingin mengkonfirmasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait proyek tersebut," ujarnya.

Sebagai tambahan, dalam kasus ini KPK menetapkan dua tersangka, yakni Sekdako Dumai M Nasir yang saat itu merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika masih menjabat sebagai Kadis PU. Tersangka kedua adalah Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. 

Keduanya disangkakan telah memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih yang mengindikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp80 miliar. (*)



Penulis: Boy Surya Hamta
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus