Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Banyak Calon Siswa SMA Belum Terakomodir, Syamsuar: Anak Siak Harus Sekolah!

Jumat, 07 Juli 2017

Banyak calon siswa SMA di Siak belum terakomodir. (Foto:Ilustrasi)

SIAK-Hampir setiap tahun persoalan penerimaan siswa baru terjadi di Kabupaten Siak. Itu akibat kebijakan pembatasan daya tampung sekolah di dua wilayah padat penduduk, yakni Tualang dan Kandis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus memiliki cara mengantisipasi persoalan tersebut supaya tidak menimbulkan kisruh di masyarakat.

Sementara itu, mulai tahun ini diterapkan kebijakan pengalihan status pengelolaan SMA se-derajat kepada Provinsi. Dikuatirkan, persoalan penerimaan siswa baru di Tualang tak akan selesai. Sebab sampai hari pendaftaran siswa baru SMA sederajat berakhir besok, calon orang tua dan wali murid di Tualang masih diliputi keresahan anaknya tidak akan bisa sekolah.

“Apapun ceritanya, anak-anak kita di Siak harus tetap bisa sekolah. Bukankah kita sudah punya peraturan daerah Wajib Belajar 12 Tahun?,” kata Syamsuar usai mendengar keterangan dinas terkait dan masyarakat.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Suprapto menyebutkan, kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah diatur melalui Peraturan Gubernur Riau sedemikian rupa, sehingga tidak dapat membuat kebijakan baru untuk mengakomodir daya tampung calon siswa baru.

“Masing-masing sekolah tak dapat menerima siswa di luar kuota yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi melalui Pergub tersebut. Sehingga sekitar 500 calon siswa tempatan belum dapat diakomodir,” ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan rapat forum, kata Suprapto, disetujui usulan Penghulu Tualang Juprianto. Dimana untuk mengatasi minimnya daya tampung beberapa sekolah diminta untuk menambah daya tampungnya masing-masing satu kelas. “Selain itu, setiap rombongan belajar yang jumlahnya masih 36 siswa diminta untuk mempertimbangkan jumlah maksimal menjadi 40 siswa,” harap Syamsuar.

Dia juga meminta UPTD Dinas Pendidikan Tualang untuk mengkoordinir PPDB dihari terakhir, sekaligus memverifikasi data jumlah pendaftar sebenarnya untuk mencegah data ganda disekolah berbeda. “Alternatif terakhir, kita minta sekolah yang berada di seputaran Maredan untuk mempersiapkan penambahan lokal. Soal penambahan beban mengajar pada tenaga pendidik nanti koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Siak,” tukasnya. (adi fadhilahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus