Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Barang Selundupan Sambut Mendag di Batam

Senin, 23 Juli 2012


BATAM-Kedatangan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, Senin (23/7) di Batam, Kepulauan Riau disambut sejumlah barang selundupan. Barang-barang tersebut ditumpuk di Pasar Aviari. Kedatangan Mendag, Gita ke Batam untuk meresmikan pasar tertib ukur di Batam. 

Namun bahan pangan selundupan sebanyak satu truk ditumpuk di dekat lokasi acara. Barang-barang itu merupakan hasil sitaan dari beberapa tempat di Batam. "Batam memang rawan terhadap rembesan produk asing. Pengawasan di perbatasan harus terus ditingkatan, agar produk-produk seperti ini tidak masuk dan beredar di Batam," kata Gita.

Produk-produk sitaan tersebut, umumnya berasal dari Thailand dan Malaysia. Sebagian besar produk berupa pangan kemasan yang siap diedarkan di Batam dan sekitarnya.

Waspadai
Di sisi lain, impor pangan ilegal atau selundupan memang sudah dipastikan akan naik memasuki Ramadan dan Idul Fitri. Itu terjadi karena tingginya permintaan pangan dalam negeri. Hanya saja, kualitas pangan tersebut tidak terjamin. Karena itu, konsumen diminta lebih cermat dan teliti.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Franky Sibarani, di Jakarta mengatakan, sudah menjadi kebiasaan dua bulan sebelum puasa pasti terjadi lonjakan impor makanan dan minuman. "Seiring dengan itu, impor pangan ilegal juga pasti naik karena permintaan yang tinggi, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, selama triwulan I-2012, impor makanan dan minuman mencapai 1,2 miliar dollar Amerika Serikat (senilai Rp 11,3 triliun). Sebagian besar didominasi produk asal Malaysia, China, Thailand, dan Singapura. "Dominasi terbesar dari Malaysia karena secara geografis memang berdekatan," ujarnya.

Kualitas impor pangan ilegal tidak bisa dipastikan. Banyak temuan di lapangan, kualitas produk pangan yang masuk secara ilegal asal-asalan. Barang-barang tersebut masuk melalui wilayah perbatasan darat dan pelabuhan tikus.

Sementara itu, menurut Gita Irawan, lonjakan permintaan menjadi penyebab utama kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Agar kenaikan harga tidak melampaui batas, Kementerian Perdagangan secara intensif melakukan operasi pasar. (kcm)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus