Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

BBKSDA Evakuasi Anak Gajah Liar Setelah Terjerat di Areal Konsesi HTI RAPP

Jumat, 14 September 2018

Proses evakuasi berjalan lancar. (Foto:Antara)

PEKANBARU-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor anak gajah liar, setelah kondisinya yang terus memburuk akibat luka kena jerat dalam area konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) wilayah Mandau, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, anak gajah betina itu terluka pada kaki kanan. Dia jerat sling baja yang dipasang untuk menangkap babi hutan. Pemasangan jerat sling baja sangat berbahaya dan sudah dilarang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena hewan sebesar apapun sulit untuk melepaskan diri.

Sebab jerat itu akan semakin erat ketika satwa meronta-ronta. Proses evakuasi gajah yang dilakukan tim rescue BBKSDA dibantu PT RAPP, Kamis kemarin berlangsung lancar. Anak gajah yang kemudian diberi nama Intan itu, sekarang sudah berada di Pusat Latihan Gajah Riau di Minas, Kabupaten Siak.

"Saya menyampaikan apresiasi terhadap tim yang telah bekerja keras dengan hasil maksimal. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran evakuasi anak gajah itu," kata Suharyono, Jumat siang di Pekanbaru. 

Kasus anak gajah terjerat ini bermula dari laporan masyarakat pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui _call center_ Balai Besar KSDA Riau bahwa ada seekor anak gajah liar yang terperangkap dalam jeratan babi hutan dalam areal konsesi HTI RAPP wilayah Mandau, Kabupaten Siak.

Hari itu juga, Kepala Balai Besar KSDA Riau memerintahkan tim Rescue turun menangani dan berhasil melepaskan jeratan serta melakukan pengobatan pada kaki kanan anak gajah yang terluka tersebut. Gajah betina ini diperkirakan berusia empat tahun.

Setelah pengobatan, anak gajah dilepaskan kembali di lokasi semula dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya. Namun, selama dua minggu pengamatan, anak gajah tersebut hanya berputar putar di lokasi semula, sedangkan kelompoknya telah berada di lokasi lain yang berjarak sekitar 57 kilometer.

"Berdasarkan laporan petugas yang mengamati keberadaan anak gajah, terdapat kecenderungan berat badan satwa makin menurun serta diare yang terlihat dari kotorannya, sehingga  dikhawatirkan anak gajah akan semakin memburuk kondisinya," tukasnya.

Dengan kondisi tersebut, diputuskan anak gajah harus segera dievakuasi dan di bawa ke PLG Riau di Minas untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut.

Tim evakuasi dan pengobatan yg dikoordinir Kepala Bidang Wiliayah II Heru Sutmantoro didampingi drh. Rini Deswita, drh. Danang dan dibantu seorang dokter hewan dari Yayasan Asyari, drh. Dita serta beberapa perawat satwa, mahout, PEH, Polhut dan personil RAPP, dengan menggunakan satu gajah binaan bernama Indah segera melakukan penggiringan.

Tepat pukul 17.00 WIB, Kamis kemarin, anak gajah telah naik di atas truk. Evakuasi berjalan lancar dan tiba di Pusat Latihan Gajah Riau di Minas  pada pukul 21.00 WIB. "Selanjutnya akan dilakukan pengobatan lanjutan dan perawatan intensif terhadap anak gajah yang diberi nama Intan di PLG Riau di Minas untuk memulihkan kesehatannya," kata Suharyono. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus