Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

BBKSDA Minta Masyarakat Waspada, Harimau Berkeliaran di Perbatasan Pekanbaru-Kampar

Selasa, 03 Desember 2019

Jejak kaki harimau. (Foto:Antara)

PEKANBARU-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau meminta masyarakat di sekitar Jalan Garuda sakti, perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar waspada. Diduga ada harimau Sumatera sedang berkeliaran di area tersebut.

"Kita meminta masyarakat berhati hati bila melakukan aktivitas di sekitar lokasi," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa pagi di Pekanbaru.

Dikatakan, pihaknya sudah menurunkan Tim Rescue BBKSDA untuk mengecek lokasi, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Minggu malam, BBKSDA Riau mendapatkan laporan di Jalan Garuda Sakti, Kilometer 6 ditemukan jejak harimau Sumatera (panthera tigris sumatrea).

Jejak tersebut berjarak sekitar 18 kilometer dari lokasi Tahura Minas, Kabupaten Siak. "Temuan jejak berada di Lanskap antara Tahura Minas dan perumahan BSD Kaita, dimana tempat tersebut adalah perkebunan," ujarnya.

Menindaklanjuti laporan warga, Tim Rescue BBKSDA Riau segera diturunkan. Tim berangkat dari PLG Minas menuju Desa Karya Indah dan langsung berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga setempat.

Setelah berkoordinasi, Tim langsung menuju ke lokasi terkait ditemukan jejak satwa liar tersebut. Tim menuju ke lokasi didampingi oleh anggota penanggulangan konflik satwa liar yang sekaligus anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Karya Indah.

Di lokasi tersebut ditemukan jejak satwa liar tepatnya di sekitar permukiman masyarakat di RT.14/RW.11, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. "Hasil pengecekan adalah memang benar bahwa di lokasi tersebut tim menjumpai adanya jejak satwa liar," ujarnya.

Tim melakukan pengukuran jejak yang diketahui memiliki lebar 14 centimeter (cm) dan panjang 14 cm. Kemudian jarak kaki depan dan belakang adalah 84 cm.

"Jejak ini ditemukan warga pada hari Minggu pagi. Dilihat dari jejak dan juga langkah kaki depan dan belakang, diduga jejak tersebut merupakan jejak satwa liar termasuk kucing besar atau harimau sumatera," kata Suharyono.

Ia menambahkan, Jumat (29/11/2019) warga yang sedang memancing di pinggiran Sungai Siak juga melihat adanya seekor harimau sumatera. Saksi mata telah melaporkan kejadian tersebut kepada anggota penanggulangan konflik satwa liar BBKSDA Riau. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus