Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Bedah Rumah di Sumatera Barat Berhasil Serap 162.500 Tenaga Kerja

Kamis, 08 Februari 2018

162.500 tenaga kerja terserap dalam program bedah rumah di Dharmasraya. (Foto:kompas.com)

JAKARTA-Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memulai pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (PKT BSPS) atau bedah rumah di Sumatera Barat (Sumbar).

Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Jhony Sofyan Fajar Subrata mengatakan, salah satu fokus program BSPS adalah bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat di Sumbar.

"Jumlah tenaga kerja yang diperkirakan diserap dalam PKT BSPS di Sumbar sebanyak 162.500 hari orang kerja (HOK) dengan total anggaran Rp 16,25 miliar," ujar Jhony melalui keterangan tertulisnya dikutip FokusRiau.Com dari kompas.com, Rabu (7/2/2018).

Ditambahkan, program PKT BSPS di Sumbar akan dilaksanakan secara tersebar di 12 kabupaten/kota dan 169 nagari. Kementerian PUPR akan mengalokasikan BSPS di Sumbar sebanyak 6.350 unit rumah. Total anggaran yang disediakan pemerintah senilai Rp 97,5 miliar.

Rencananya Presiden RI Bapak Joko Widodo hari ini Rabu tanggal 7 Februari 2018 akan meluncurkan Program Padat Karya (PKT) bidang ke-PU-an di Kabupaten Dharmasray, Sumbar. Salah satunya adalah PKT BSPS atau bedah rumah.

Berdasarkan data yang ada, imbuh Jhony, di Kabupaten Dharmasraya jumlah BSPS yang disalurkan Kementerian PUPR sebanyak 988 unit rumah senilai Rp 14,82 miliar. Jumlah tenaga kerja yang akan bekerja dalam PKT BSPS khusus di wilayah Kabupaten Dharmasraya diperkirakan 24.700 orang.

Adapun Kementerian PUPR menganggarkan dana senilai Rp 2,47 miliar untuk PKT BSPS yang rencananya akan dilaksanakan di 20 nagari.

Sementara itu, Wali Nagari Sungai Duo, Ali Imron menyampaikan terima kasih atas bantuan dari pemerintah khususnya Kementerian PUPR. Tahun ini, sebanyak 32 rumah warganya akan dibedah sehingga lebih layak huni. Ia berharap, lewat program BSPS tersebut, tidak ada lagi warga yang rumahnya tidak layak huni.

"Minimal antar tetangga bisa saling membantu dan bergotong royong jika melihat ada rumah warga di sekitarnya tidak layak huni," ujar Ali. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus