Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Begini Niat dan Keutamaan Melaksanakan Puasa Arafah Sebelum Idul Adha 2018

Senin, 20 Agustus 2018

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Ada beberapa amalan sunnah yang baik dilaksanakan menjelang dan di momen hari raya idul adha. Salah satunya adalah berpuasa. Pelaksanaan puasa tarwiyah jatuh tanggal 8 Dzulhijjah 1439 Hijriah atau hari ini, Senin (20/8/2018).

Keesokan harinya, 9 Dzulhijjah 1439 Hijriah, Selasa (21/8/2018) ditunaikan puasa Arafah. Pada hari tersebut, umat muslim yang tidak berhaji dianjurkan untuk melaksanakan puasa tarwiyah. Seperti puasa lain, rukunnya juga ada, salah satunya adalah niat puasa tarwiyah yang dikerjakan jelang Idul Adha 2018 itu.

Kemudian, keesokan harinya dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah. Tentu juga ada niat puasa Arafah. 

Keutamaan puasa tarwiyah dan Arafah adalah sebagai berikut:
 
صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ
 
Terjemahannya, "Puasa Hari tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arafah menghapus dosa dua tahun." (Jamiul Ahadits, XIV, 34)

Ada yang mengatakan bahwa hadits itu dhoif. Namun, menurut sejumlah ulama seperti dilansir laman NU Online, mengamalkan hadits dhoif boleh saja, asalkan untuk memperoleh keutamaannya dan tidak berkaitan dengan masalah aqidah serta hukum.

Niat
Adapun niat puasa tarwiyah adalah sebagai berikut:
 
نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

"Nawaitu shouma tarwiyah sunnata lillaahi ta'ala"
Terjemahannya, "Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala."

Sedangkan niat puasa Arafah adalah:
 
نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

"Nawaitu shouma 'arofah sunnata lillaahi ta'ala."
Terjemahannya, "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala."

Makna Puasa dan Hal-hal yang Membatalkan
Puasa, baik itu yang hukumnya sunah ataupun wajib, adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya Matahari, dengan syarat tertentu.

Makan dan minum memang dapat membatalkan puasa, tetapi bila seseorang tanpa sengaja melakukannya, maka itu tak membatalkan puasanya.

Ini sesuai dengan hadits berikut:
"Siapa yang lupa keadaannya sedang berpuasa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberikan makanan dan minuman itu”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1797 dan Muslim: 1952)

Boleh Niat Pagi Hari
Sementara, mengutip dari laman Rumaysho.com, puasa sunnah ada keringanannya, yaitu boleh berniat pada pagi hari, asal sebelumnya belum menyantap makanan apa pun atau belum melakukan pembatal-pembatal puasa.

Hadits nomor 657 dari kitab Bulughul Marom karya Ibnu Hajar disebutkan hadits:
 
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقُلْنَا لاَ. قَالَ « فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ ». ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ « أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ». فَأَكَلَ

Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun berkata, “Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantapnya. (HR Muslim nomor 1154).

Berikut hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
1. Berhubungan seksual secara sengaja
Melakukan hubungan seksual secara sengaja dapat membatalkan puasa seorang muslim.
 
2. Muntah disengaja
Muntah secara disengaja dapat membatalkan puasanya. Namun bila tidak disengaja atau karena sakit, maka puasanya tidak batal.
 
Dari Abu Hurairah r a, menuturkan, sesungguhnya Nabi s.a.w, bersabda: “Siapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan untuk mengganti puasanya, dan siapa yang sengaja muntah maka ia wajib mengganti puasanya”. (Hadits Hasan Gfarib, riwayat al-Tirmidzi: 653 dan Ibn Majah: 1666)

3. Keluar air mani karena bersentuhan
Keluar air mani karena bersentuhan, baik usaha sendiri ataupun dengan bantuan istri yang sah dapat membatalkan puasa. Namun bila keluar tanpa disengaja, misalnya sedang mimpi basah, maka puasanya tidak akan batal.

4. Haid
Puasa seorang wanita yang tiba-tiba datang haid akan batal, dan diperintahkan untuk mengganti di hari lain.

5. Nifas
Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan.
Bila melahirkan saat sedang puasa dan mengalami nifas, maka puasanya juga akan batal.

6. Pengobatan melalui kemaluan dan dubur
Bila harus menjalani pengobatan melalui kemaluan ataupun dubur, maka puasa seseorang yang sedang sakit batal.

7. Gila
Seseorang yang tiba-tiba gila saat berpuasa, maka ibadah puasanya akan batal.

8. Murtad
Orang yang keluar dari Islam atau murtad juga akan membatalkan puasanya. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus